LombokPost-Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Tengah, Muhamad Saphoan, menegaskan komitmen menjaga kualitas data pembangunan melalui Focus Group Discussion (FGD) Lombok Tengah Dalam Angka dan Reviu Standar Pelayanan.
Kegiatan ini menjadi langkah verifikasi dan pembinaan statistik agar data yang digunakan pemerintah akurat, transparan, dan terpercaya.
Saphoan menjelaskan, sebelum dipublikasikan secara resmi, seluruh data yang dihimpun akan melalui proses verifikasi dan konfirmasi ulang oleh BPS. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi dan kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
“Jangan sampai setelah rilis justru banyak pengguna data yang komplain. Karena itu kami lakukan konfirmasi kembali agar data yang disajikan benar-benar valid,” ujarnya usai membuka kegiatan pada Lombok Post, Kamis (26/2).
Ia menekankan, publikasi tersebut bukan sekadar laporan tahunan, melainkan menjadi rujukan penting dalam penyusunan perencanaan, evaluasi pembangunan, hingga pengambilan kebijakan berbasis data di Lombok Tengah.
Menurutnya, melalui FGD ini BPS juga menjalankan fungsi pembinaan statistik sektoral. OPD dan lembaga terkait diberikan edukasi mengenai tata cara pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data sesuai kaidah statistik.
Dengan penguatan validasi dan pembinaan tersebut, BPS berharap kualitas data pembangunan di Lombok Tengah semakin akurat, transparan, dan terpercaya.
“Data yang dihasilkan harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan statistik. Karena pada akhirnya data itu akan kembali digunakan daerah untuk menentukan arah pembangunan,” tegasnya.
Editor : Akbar Sirinawa