Sebanyak 251 anak yatim dan dhuafa dari tiga lembaga pengasuhan di wilayah Kopang menjadi penerima manfaat program Clean Up dan Pengobatan Gratis yang digelar Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB).
Tiga lembaga tersebut yakni Panti Asuhan Quraniyah Batu Kuta, Yayasan Darul Atqia, dan Yayasan Riyadussibyan Ila Darissalam.
Program ini mengintegrasikan layanan kesehatan, edukasi, dan pembenahan lingkungan panti. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan umum sebagai langkah preventif guna memastikan kondisi para santri tetap terjaga.
Tak hanya itu, YBM PLN juga melaksanakan pembersihan kamar mandi dan kamar tidur santri dengan melibatkan tenaga profesional. Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diberikan untuk menanamkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan.
Para santri menerima obat-obatan, vitamin, paket kebersihan, serta perlengkapan P3K sebagai langkah penanganan awal terhadap keluhan kesehatan ringan.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen PLN dalam pembangunan sosial masyarakat.
“PLN hadir tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi melalui YBM PLN merupakan pemanfaatan dana zakat pegawai PLN untuk program berkelanjutan. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan panti.
Ketua Bidang Perencanaan YBM PLN, Luthfi Saufi Alidrus, menyebut pendekatan terpadu—meliputi aspek lingkungan, edukasi, dan layanan kesehatan—dirancang untuk menciptakan perubahan perilaku santri secara berkelanjutan.
Manager PLN UP3 Selaparang juga menegaskan kegiatan ini merupakan wujud komitmen insan PLN dalam memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di wilayah kerja PLN UIW NTB.
Melalui program ini, PLN berharap para santri dhuafa dapat tumbuh dan belajar dalam kondisi yang lebih sehat dan layak, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan panti asuhan di Lombok Tengah.
Editor : Marthadi