Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diguyur Hujan Berhari-hari, Jalan Wisata Selong Belanak–Kuta Terbelah dan Retak Parah

Lestari Dewi • Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:33 WIB

Karang Taruna Desa Mekar Sari inisiatif pasang rambu sederhana di sekitar jalan yang rusak parah di jalan raya wisata Selong Belanak-Kuta, Jumat (27/2).
Karang Taruna Desa Mekar Sari inisiatif pasang rambu sederhana di sekitar jalan yang rusak parah di jalan raya wisata Selong Belanak-Kuta, Jumat (27/2).

LombokPost - Akses jalan wisata dari Selong Belanak menuju Kuta di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat mengalami kerusakan parah setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. 

Aspal jalan dilaporkan terbelah dan retak memanjang, memicu kekhawatiran warga serta para pelaku pariwisata di kawasan selatan Lombok.

Dari video pemerintah desa setempat, tampak badan jalan mengalami retakan cukup dalam dan memanjang di sejumlah titik.

Bahkan sebagian aspal terlihat terangkat dan terbelah, membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. 

Kondisi ini dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua dan wisatawan yang belum familiar dengan medan jalan tersebut.

Sekretaris Desa Mekar Sari, Halidi, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi kerusakan tersebut.

Ia menyebut hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi badan jalan yang sebelumnya sudah mulai mengalami keretakan.

“Benar, jalannya retak dan terbelah di beberapa titik. Itu jalan provinsi, jadi kewenangannya ada di pemerintah provinsi. Sampai sekarang belum ada penanganan lebih lanjut,” ujar Halidi pada Lombok Post, Sabtu (28/2). 

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata unggulan di selatan Lombok, termasuk kawasan Pantai Selong Belanak hingga Kuta Mandalika. 

Selain dilalui wisatawan, jalur itu juga menjadi urat nadi aktivitas warga dalam mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga bersama karang taruna setempat berinisiatif memasang rambu-rambu sederhana di sekitar titik kerusakan. 

Rambu darurat itu dibuat dari kayu dan spanduk bekas, dipasang sebagai penanda agar pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi retakan.

“Supaya tidak ada yang celaka, warga inisiatif pasang tanda peringatan seadanya. Minimal pengendara tahu ada jalan retak di depan,” tambah Halidi.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan. Terlebih, kawasan itu tengah memasuki musim kunjungan wisata yang cukup ramai.

“Kami berharap segera ada perbaikan supaya akses warga dan wisatawan tidak terkendala. Jangan sampai ada korban dulu baru ditangani,” tegasnya.

Warga pun untuk sementara diimbau agar berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan turun, mengingat retakan jalan sulit terlihat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Editor : Pujo Nugroho
#Lombok Tengah #Terbelah #amblas #Praya Barat #jalan rusak #Desa Mekar Sari