LombokPost-Penyaluran Dana Desa (DD) di Lombok Tengah (Loteng) hingga triwulan I (Januari—Maret) 2026 menunjukkan capaian signifikan. Hingga Rabu (25/3), sebanyak 94 desa telah menerima penyaluran Dana Desa, sementara 48 desa lainnya masih belum tersalurkan.
Berdasarkan data yang dihimpun, total pagu DD Loteng tahun 2026 mencapai Rp 51.975.746.000, dengan realisasi penyaluran ke Rekening Kas Desa (RKD) hingga saat ini sebesar Rp 18.183.136.400.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah Baiq Murniati mengatakan, secara umum proses penyaluran berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun sistem. “Alhamdulillah, penyaluran Dana Desa berjalan lancar. Sampai saat ini sudah 94 desa yang tersalurkan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan, belum tersalurkannya DD di 48 desa bukan disebabkan gangguan sistem, melainkan karena desa yang bersangkutan belum mengajukan permohonan pencairan. Menurutnya, sebagian besar desa masih terkendala penyelesaian laporan tahun anggaran sebelumnya yang belum rampung.
“Sebagian besar karena laporan tahun sebelumnya belum selesai disusun dan disampaikan, sehingga desa belum bisa mengajukan permohonan,” jelasnya.
Ia menegaskan, dari sisi sistem penyaluran tidak ditemukan kendala. Proses berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga hambatan yang terjadi murni bersumber dari kesiapan administrasi desa.
“Kalau kendala di sistem tidak ada masalah. Ini murni karena desa belum siap dalam penyelesaian laporan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Pemkab Loteng terus mendorong percepatan penyelesaian laporan desa, agar seluruh desa dapat segera mengakses DD secara merata dan tepat waktu. Penyaluran optimal diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Labulia Mahjad mengaku DD di desanya telah cair sejak awal tahun. Pencairan cepat karena desa telah menuntaskan laporan dana desa tahun lalu. “Sudah cair, rata-rata desa se-Indonesia terima sekitar Rp 270 juta,” singkatnya.
Editor : Jelo Sangaji