LombokPost-Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menyalurkan bantuan kepada seorang anak penderita Hidrosefalus di Desa Kawo, Pujut, Sabtu (28/3). Penyaluran bantuan itu melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pemerintah desa setempat.
Wakil Bupati menegaskan, pemerintah tidak boleh abai terhadap warga dengan kondisi kesehatan khusus. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan, terutama keluarga kurang mampu yang menghadapi persoalan kesehatan serius.
Anak tersebut diketahui berasal dari keluarga prasejahtera dan telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat dalam Program Keluarga Harapan (PKH) serta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Status ini memastikan akses layanan kesehatan dan bantuan sosial tetap terbuka secara berkelanjutan.
“Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.
Kepala Dikes Loteng dr Mamang Bagiansah mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi medis anak tersebut melalui pendampingan berkala dari tenaga kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan anak tetap terkontrol dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah Masnun menambahkan, dukungan sosial bagi keluarga akan terus diperkuat melalui berbagai program perlindungan sosial yang sudah berjalan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi diupayakan berkesinambungan agar keluarga mampu bertahan dan bangkit secara ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari paket sembako, paket nutrisi, hingga perlengkapan kebutuhan dasar seperti kasur dan selimut.
Tak hanya itu, keluarga juga menerima bantuan ayam petelur sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga.
Kepala Desa Kawo Tandar menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, desa, dan instansi terkait terus berlanjut agar masyarakat yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.
Langkah terpadu ini menjadi bagian strategi pemkab Loteng dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menekan angka kemiskinan.
Pemerintah menargetkan setiap intervensi tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan keluarga dalam jangka panjang.
Editor : Akbar Sirinawa