LombokPost-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kini menjadi magnet investasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kemudahan Investasi untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Langkah ini diambil untuk mengimbangi penguatan infrastruktur terintegrasi dan insentif fiskal oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Wakil Bupati Loteng M Nursiah mengatakan, regulasi ini menjadi bentuk dukungan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Mandalika sebagai prioritas nasional.
Baca Juga: Dampak MotoGP Mandalika Tembus Rp 4,96 Triliun, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap!
“Ini sejalan dengan rencana besar kita. Perda ini nantinya menjadi payung hukum bagi seluruh investor. Khusus untuk Mandalika, pusat memang sudah memberi kemudahan, tapi daerah harus menjemput bola dengan kepastian regulasi di tingkat lokal,” tegas Nursiah.
Menurut Nursiah, perda ini akan memberi rasa aman dan kenyamanan bagi pemodal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia menilai kemudahan birokrasi menjadi kunci peningkatan nilai investasi di Gumi Tastura.
“Kami sangat optimis. Upaya mendatangkan investor ini bukan hanya soal angka, tapi soal meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita ke depan,” tambahnya.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Dipastikan Aman dari Imbas Konflik Global
KEK Mandalika menawarkan tiga pilar utama bagi calon investor. Pertama, insentif fiskal dengan paket pajak kompetitif.
Kedua, infrastruktur terpadu dengan ketersediaan lahan dan fasilitas dasar di bawah kendali ITDC.
Ketiga, regulasi satu pintu melalui penyederhanaan izin yang akan diperkuat Perda Investasi Loteng.
Sinergi kemudahan regulasi dari Pemkab Loteng dan fasilitas dari pusat diperkirakan mendorong lonjakan proyek baru.
Perda ini diharapkan menjawab keraguan investor terkait kepastian hukum di daerah, sekaligus menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Lombok Tengah.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana mengatakan, Mandalika dirancang sebagai kawasan investasi yang siap dieksekusi.
“KEK Mandalika kami bangun sebagai investment-ready ecosystem. Insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta permintaan pasar yang terus tumbuh. Ini memberi kepercayaan bagi investor untuk masuk lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Selain insentif fiskal, KEK Mandalika juga menawarkan kemudahan nonfiskal berupa pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan pengurusan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum melalui hak atas tanah yang bankable dengan jangka waktu hingga 80 tahun.
Pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan masterplan terintegrasi yang membagi Mandalika ke dalam sejumlah zona strategis, seperti Circuit District, Kuta District, hingga kawasan pengembangan berbasis lifestyle and leisure.
Sejumlah kawasan unggulan ditawarkan kepada investor, di antaranya Golf Resort Community seluas 298 hektare, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektare untuk pengembangan hotel berstandar internasional, serta Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektare untuk sektor hospitality, hiburan, dan destinasi gaya hidup.
Dalam proses pengembangan, prinsip keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian. Sekitar 30 persen dari total kawasan dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare di sisi timur Mandalika.
Baca Juga: Sampah di Jalur Mandalika Kian Mengkhawatirkan
Kinerja kawasan menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Mandalika menembus lebih dari 1,4 juta orang.
Tingkat hunian kawasan bahkan mencapai 90–100 persen saat penyelenggaraan ajang balap internasional seperti MotoGP.
Selain MotoGP, sejumlah event global seperti GT World Challenge Asia (GTWCA) dan Asia Road Racing Championship (ARRC) turut memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat sportstainment tourism.
“Keberadaan sirkuit internasional di kawasan tersebut menjadi katalis utama yang menciptakan efek berganda bagi sektor pariwisata, perhotelan, hingga ekonomi kreatif lokal,” katanya.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta arus kunjungan wisatawan yang meningkat, KEK Mandalika semakin menegaskan diri sebagai destinasi unggulan investasi pariwisata Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.
Editor : Akbar Sirinawa