LombokPost-Pelantikan sembilan pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) melalui skema manajemen talenta memicu perhatian DPRD Loteng. Dewan menyoroti kinerja kepala OPD yang baru dilantik.
Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi mengatakan, rotasi jabatan harus menjadi momentum percepatan program kerja daerah. Ia menilai, sembilan pimpinan OPD yang dilantik harus mampu meningkatkan kinerja pemerintah.
“Rotasi sembilan pejabat eselon II beberapa waktu lalu merupakan suntikan segar bagi Pemda untuk kinerja yang lebih maksimal. Langkah penyegaran, percepatan, dan pembenahan di masing-masing OPD harus segera dilakukan,” tegas Ahmad Syamsul Hadi.
Baca Juga: Tak Cukup Bukti, Kasus ITE Roti MBG Belatung di Lombok Tengah Dihentikan
Namun, mutasi tersebut juga menyisakan kekosongan jabatan strategis, seperti sekretaris dinas dan kepala bagian. DPRD meminta agar posisi tersebut segera diisi.
Menurutnya, stabilitas birokrasi bergantung pada kelengkapan struktur organisasi.
“Harus cepat diisi. Itu juga bagian dari menjaga keseimbangan ritme kerja. Jangan sampai pelayanan tersendat hanya karena posisi di bawah kepala dinas masih kosong,” imbuhnya.
Syamsul Hadi mengingatkan pengisian jabatan harus berbasis kompetensi. Ia menilai banyak ASN di Lombok Tengah memiliki potensi untuk dipromosikan.
“Banyak yang punya potensi. Intinya, tempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat (the right man on the right place),” ucapnya.
Baca Juga: Kontras Pariwisata Lombok Tengah, Selatan Melesat Utara Tertinggal
Sembilan jabatan yang telah terisi meliputi Kepala Dinas Kesehatan dr Mamang Bagiansah, Kepala Dinas Pariwisata Lalu Moh Hatta, hingga Kepala Dinas Perhubungan Sri Damayanti Wiradarma.
Ketiga sektor ini menjadi perhatian DPRD karena berkaitan dengan pengelolaan kawasan wisata Mandalika, layanan RSUD, serta penataan penerangan jalan umum (PJU).
DPRD akan melakukan evaluasi kinerja para kepala OPD dalam 100 hari kerja pertama. Evaluasi ini untuk memastikan skema manajemen talenta berjalan efektif.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Loteng M Nursiah mengatakan pengisian jabatan yang lowong masih berproses. Ia menegaskan pengisian dilakukan melalui sistem manajemen talenta.
“Pengisian jabatan yang masih lowong saat ini sedang berproses. Kita tidak ingin asal tunjuk, karena sekarang kita menggunakan sistem manajemen talenta untuk memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat,” ungkap Nursiah.
Menurutnya, sistem manajemen talenta diterapkan untuk meningkatkan profesionalitas birokrasi. Meski membutuhkan waktu, langkah ini dinilai mampu menghasilkan tim kerja yang lebih solid.
“Kita ingin hasil yang maksimal untuk masyarakat. Jadi, mohon bersabar karena proses penilaian talenta ini sedang berlangsung agar ritme kerja kita ke depan benar-benar stabil dan berintegritas,” tutup wabup.
Editor : Akbar Sirinawa