Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Angka Stunting Loteng 9,81 Persen, Ini 5 Kecamatan dengan Kasus Tertinggi

Lestari Dewi • Selasa, 7 April 2026 | 06:53 WIB
Kepedulian pegawai BUMN dalam program penurunan stunting di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
Kepedulian pegawai BUMN dalam program penurunan stunting di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) mencatat penurunan signifikan angka stunting. Per April 2026, prevalensi stunting di Gumi Tatas Tuhu Trasna turun hingga 9,81 persen.

Wakil Bupati Loteng M Nursiah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara puskesmas, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan.

“Di bulan April ini persentasenya mencapai 9,81 persen atau menyisakan sekitar 8 ribuan balita yang masih stunting. Kita harapkan angka ini terus menurun,” ujar Nursiah kepada wartawan, Senin (6/4).

Baca Juga: LKPJ APBD Lombok Tengah 2025, Kinerja Pathul-Nursiah Tunjukkan Tren Positif

Pemkab Loteng mengandalkan Rembug Stunting sebagai program utama penanganan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga menjangkau seluruh kecamatan untuk memetakan persoalan secara detail.

Berdasarkan laporan camat, fokus penanganan saat ini diarahkan pada perbaikan sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya penyediaan alat timbang akurat di Posyandu, validasi data, serta pembukaan kelas khusus bagi ibu hamil guna memastikan kecukupan gizi sejak masa kehamilan.

“Hasil rembug di tingkat kecamatan ini akan kita himpun menjadi bahan kebijakan strategis bagi Pemkab Lombok Tengah ke depan,” kata Nursiah.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program lintas sektor. Program pengentasan kemiskinan di Dinas Sosial, misalnya, harus terhubung langsung dengan target penurunan stunting agar anggaran tepat sasaran.

Baca Juga: KEK Mandalika Makin Diminati Investor, Pemkab Lombok Tengah Perkuat Regulasi Investasi

Meski menunjukkan tren penurunan, tantangan masih dihadapi di lima kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan Loteng dr Mamang Bagiansah mengatakan Kecamatan Pringgarata, Batukliang, Kopang, Janapria, dan Jonggat masih mencatat angka stunting cukup tinggi.

Menurut dr. Mamang, persoalan stunting di wilayah tersebut tidak sepenuhnya dipengaruhi faktor ekonomi.

“Informasi dari Dinas Perkim misalnya, banyak rumah warga ini ternyata sangat layak huni, tapi anaknya tetap stunting. Jadi masalah utamanya kembali lagi ke pola asuh, pola makan, dan perilaku,” tegas dr. Mamang.

Ia menilai, pemahaman orang tua terkait pemenuhan gizi kronis menjadi faktor kunci. Edukasi pola asuh dan pola makan yang tepat dinilai penting agar balita di Loteng terbebas dari stunting. 

Editor : Akbar Sirinawa
#m nursiah #dr mamang bagiansah #Lombok Tengah #Loteng #angka stunting