Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Heboh Video Dapur MBG tanpa Gedung di Lombok Tengah, Begini Penjelasan Pemilik Yayasan

Lestari Dewi • Kamis, 9 April 2026 | 08:20 WIB
Tumpukan omprengan pada salah satu dapur SPPG milik Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling Khairuddin di Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (8/4). (Dewi/Lombok Post)
Tumpukan omprengan pada salah satu dapur SPPG milik Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling Khairuddin di Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (8/4). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Video yang beredar di media sosial dan menyebut dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi tanpa gedung serta dalam kondisi tidak layak menuai perhatian publik. Namun, kabar itu langsung diklarifikasi pihak pengelola.

Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling Khairuddin menegaskan, informasi dalam video tersebut tidak benar dan cenderung menyesatkan. Aktivitas yang terekam dalam video bukan kegiatan operasional dapur MBG dengan nama SPPG2 Jontlak. Melainkan proses pencucian ompreng yang dilakukan di lokasi terpisah.

“Tempat di video itu bukan dapur MBG. Itu hanya lokasi laundry ompreng. Setelah dicuci, ompreng dibawa kembali ke dapur untuk digunakan,” ujarnya pada wartawan di kediamannya, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (8/4).

Baca Juga: Pemilik Dapur MBG Roti Belatung Dilaporkan Balik

Khairuddin juga menanggapi keberadaan kendaraan yang tampak terparkir di pinggir jalan dalam video. Menurutnya, kendaraan tersebut merupakan mobil operasional yang tengah menunggu proses pencucian selesai. Serta lokasi kediaman sang sopir yang tak jauh dari lokasi itu.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dapur MBG sebelumnya berlokasi di Lingkungan Eyat Surak, Kelurahan Jontlak. Namun, lokasi itu memiliki kendala pada fasilitas instalasi pembuangan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.

Sebagai tindak lanjut, pihak yayasan memutuskan melakukan relokasi. Sambil menunggu pembangunan dapur baru rampung, aktivitas pencucian ompreng sementara dipindahkan ke kawasan Jempong, Desa Mertak Tombok.

Baca Juga: Tak Cukup Bukti, Kasus ITE Roti MBG Belatung di Lombok Tengah Dihentikan 

“Kami mengajukan perpindahan lokasi, Dan dalam proses pencucian pun sudah sesuai prosedur, dimasukkan dalam oven dan dibersihkan lagi,” jelasnya. 

Saat ini, yayasan telah menyewa lokasi baru di Lingkungan Tiwu Buak, Kelurahan Jontlak. Di lokasi itu, pembangunan dapur baru tengah dilakukan secara bertahap dengan peningkatan fasilitas.

“Dapur yang kami bangun lebih representatif. Luasnya sekitar 10 are, dilengkapi IPAL yang lebih baik, area parkir tertata, serta perlengkapan dapur yang terus dilengkapi,” kata mantan anggota dewan ini.

Ia menambahkan, proses relokasi telah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Pihak BGN, kata dia, memperbolehkan pemindahan. “Kan tadi sudah ditelepon langsung pihak BGN, diperbolehkan tetap beroperasi,” cetus dia.

Baca Juga: 80 Dapur MBG di Lombok Tengah Ditutup Sementara, Tak Punya IPAL dan SLHS

Dengan adanya klarifikasi ini, Khairuddin berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pihak yayasan memastikan operasional dapur MBG tetap berjalan sesuai prosedur, sembari terus meningkatkan kualitas fasilitas agar lebih layak dan sesuai ketentuan.

“Pelayanan tetap berjalan karena ini program nasional, masyarakat harus tetap dilayani,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Aliansi Pemantau Independen (API) Program MBG NTB Mustakim menyoroti aktivitas SPPG Praya Tengah Jontlak 2 ini. Sebab diduga beroperasi dalam kondisi tidak layak dan jauh dari standar yang telah ditetapkan BGN.

Baca Juga: Ini Penyebabnya! Alasan BGN Ancam Tutup Dapur MBG Bunut Baok Lombok Tengah

Mustakim menduga, SPPG tersebut tetap menjalankan operasional meskipun sarana dan prasarana yang digunakan tidak memenuhi ketentuan. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh para penerima manfaat, terutama dari sisi kebersihan dan higienitas.

“Dugaan ini tidak boleh berlarut-larut. Kami mendesak kepala SPPG Jontlak 2 untuk segera mengajukan pemberhentian operasional secara resmi guna mencegah dampak yang lebih luas,” katanya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#heboh #Lombok Tengah #yayasan #dapur MBG #penjelasan