LombokPost-Masalah klasik krisis air bersih di Kabupaten Lombok Tengah mulai menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng memastikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cerorong-Danau Biru di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, bukan sekadar janji manis di atas kertas.
Keseriusan ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Loteng L Pathul Bahri, saat meninjau lokasi pembangunan pada Rabu (15/4). Tak datang sendiri, orang nomor satu di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini memboyong Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I untuk sinkronisasi lapangan.
“Kami ingin memastikan ketersediaan air di hulu yang dikelola BWS bisa terintegrasi secara teknis oleh Perumda Tiara. Tujuannya, air harus sampai ke keran rumah warga tanpa kendala,” tegas Bupati Pathul.
Baca Juga: Investor Diminta Tanggung Dampak Banjir, DPRD Lombok Tengah Desak Eksekutif Susun Regulasi
Pemilihan Danau Biru sebagai sumber utama didasari oleh potensi debit airnya yang melimpah. Kawasan utara ini diharapkan menjadi "paru-paru" sekaligus penyuplai utama kebutuhan air bersih, tidak hanya untuk konsumsi domestik, tetapi juga penguatan ketahanan air daerah secara berkelanjutan.
Pembangunan SPAM Cerorong-Danau Biru ini menggunakan pola kolaborasi yang serupa dengan SPAM Mandalika. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 130 miliar untuk seluruh pengerjaan fisik hingga tuntas.
Sebagai timbal balik, Pemkab Loteng berkewajiban menyiapkan infrastruktur dasar berupa lahan. "Kita diminta menyiapkan lahan minimal satu hektar untuk lokasi pembangunan fisik SPAM ini," ungkap Dirut Perumda Tiara Loteng, Bambang Soepratomo.
Baca Juga: Investasi Timpang Sektor Riil Terpinggirkan, Wakil Bupati Lombok Tengah: Tantangan OPD Berinovasi!
Saat ini, tim konsultan pemerintah daerah tengah melakukan pemetaan dan kajian teknis untuk menentukan titik koordinat yang paling presisi sebelum proses pembebasan lahan dimulai.
Jika proses administrasi dan penyiapan lahan berjalan mulus, konstruksi fisik dijadwalkan mulai digarap pada tahun 2027 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2028. Dengan kapasitas produksi mencapai 150 liter per detik, SPAM ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru distribusi air di Loteng.
Kehadiran infrastruktur ini menjadi kabar baik bagi warga di empat kecamatan yang selama ini menjadi langganan krisis air, yakni Pringgarata, Jonggat, Praya Barat dan Praya Barat Daya.
Selain memperluas jangkauan ke pelanggan baru, fasilitas ini juga akan memperkuat tekanan air bagi pelanggan lama yang sering mengeluhkan distribusi macet.
Di sisi lain, pihak BWS NT I memberikan catatan tebal pada aspek pelestarian lingkungan. Mengingat sumber air berada di kawasan hijau Desa Karang Sidemen, perlindungan terhadap daerah tangkapan air (catchment area) menjadi syarat mutlak.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan menjadi kunci bagi Lombok Tengah untuk segera meraih status "Merdeka Air", memastikan setiap tetes air dari utara mampu mengalir hingga ke ujung selatan demi kesejahteraan masyarakat.
Editor : Akbar Sirinawa