LombokPost-Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Tengah menggelar peringatan Hari Kartini 2026 di Pendopo Bupati Lombok Tengah. Mengusung tema “Perempuan Berdaya di Era Digital, Wujudkan Pendidikan Bermutu”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi peran perempuan dalam pembangunan daerah di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Ketua GOW Lombok Tengah Winarsih Nursiah menekankan, semangat juang Raden Ajeng Kartini harus bertransformasi menjadi kemahiran literasi digital. Menurutnya, era digital bukan sekadar tantangan, tetapi peluang besar bagi perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluarga.
Baca Juga: 19 Desa di Lombok Tengah Terancam Gagal Bangun KDMP
“Perempuan hari ini tidak lagi hanya berjuang di ranah domestik. Di era digital ini, akses terhadap informasi dan pendidikan terbuka lebar. Kita ingin perempuan Lombok Tengah mampu memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi anak-anak mereka,” ujar Winarsih, Selasa (21/4).
Winarsih mengatakan, pendidikan bermutu dimulai dari ketahanan keluarga. Dengan ibu yang berdaya secara digital, pengawasan terhadap anak di tengah gempuran konten internet dapat dilakukan lebih bijak.
Baca Juga: Ini Daftar 87 Desa Akan Gelar Pilkades Serentak 2026 di Lombok Tengah
Karena itu, pihaknya mendorong ibu rumah tangga dan pelaku UMKM perempuan untuk go digital. Selain itu, memastikan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi anak-anak di pelosok Loteng serta memperkuat kolaborasi antarorganisasi wanita di bawah naungan GOW dalam program pemberdayaan masyarakat.
Selain aspek teknologi, Winarsih juga menyoroti tanggung jawab moral perempuan dalam menuntaskan persoalan sosial di daerah. Ia mengatakan, kemahiran digital harus sejalan dengan peningkatan pemahaman tentang gizi dan pola asuh.
Baca Juga: Jaksa Bidik Praktik Investasi Nominee di Lombok Tengah
“Literasi digital sangat kita butuhkan untuk menekan angka stunting. Ibu-ibu sekarang harus pintar memilah informasi valid mengenai pemenuhan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. GOW akan terus bergerak di lapangan untuk memastikan edukasi ini sampai ke akar rumput,” tegasnya.
Terkait pernikahan anak, Winarsih mengatakan perempuan berdaya adalah mereka yang mampu melindungi anak perempuan dari risiko pernikahan dini. Pendidikan bermutu, kata dia, tidak akan tercapai jika angka pernikahan dini masih tinggi.
“Kita ingin perempuan Lombok Tengah sadar bahwa memaksakan atau membiarkan anak menikah di usia sekolah hanya akan memutus mata rantai pendidikan dan kesejahteraan. Tugas GOW adalah menguatkan mentalitas para ibu agar menjadi tameng utama bagi masa depan anak-anak kita,” tambah Winarsih.
Ia berharap, melalui momentum ini, tidak ada lagi perempuan di Loteng yang tertinggal oleh perkembangan zaman. “Kartini masa kini adalah mereka yang melek teknologi, berpendidikan tinggi secara mentalitas, dan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur budaya Sasak,” tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa