LombokPost-Momentum Hari Bumi dimanfaatkan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney untuk mempertegas komitmen keberlanjutan.
Bersama anak usahanya, ITDC, perusahaan ini menanam 15.000 bibit mangrove di kawasan KEK Mandalika Lombok Tengah.
Aksi tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Green, sekaligus lanjutan kegiatan serupa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bos InJourney Tegaskan MotoGP Mandalika Masih Berlanjut
Penanaman mangrove difokuskan untuk menjaga ekosistem pesisir serta mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di kawasan unggulan tersebut.
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan, InJourney Green merupakan wadah kolaboratif dalam mendorong pariwisata yang bertanggung jawab, khususnya pada pilar lingkungan.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian alam, tetapi juga diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Melalui pendekatan berbasis kajian dan kolaborasi lintas stakeholder, kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya, Kamis (23/4).
Baca Juga: Batas Wilayah 125 Desa Belum Tuntas, Komisi I DPRD Lombok Tengah Desak Percepatan Vertex
Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana mengatakan, penanaman mangrove ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pengembangan KEK Mandalika tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Program ini juga diarahkan mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs) serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
“Pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberi nilai tambah bagi lingkungan dan ekosistem pesisir,” katanya.
Program rehabilitasi ini disusun berdasarkan kajian teknis dari PKSPL IPB. Hasil kajian menunjukkan ekosistem mangrove di lokasi didominasi fase pancang dengan tinggi 3 hingga 5 meter, serta substrat campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi pasang surut.
Baca Juga: Bupati Cari Solusi Kendala Lahan KDMP di Lombok Tengah
Penanaman dilakukan di Area 22 seluas sekitar 1.500 meter persegi dan Area 23 sebagai lanjutan, dengan total cakupan rehabilitasi mencapai sekitar 5,2 hektare. Bibit yang ditanam terdiri dari jenis Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.
Editor : Akbar Sirinawa