LombokPost-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI terus memperkuat posisi Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia. Karena itu, peran sumber daya manusia, khususnya mahasiswa, dinilai penting untuk memajukan sektor pariwisata di daerah itu.
Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenpar RI Raden Kurleni Ukar menekankan, pengembangan pariwisata di Lombok memerlukan kreativitas dan inovasi berkelanjutan. Ia berharap mahasiswa tidak hanya bercita-cita menjadi pekerja di sektor pariwisata. Namun, mampu bertransformasi menjadi inovator dan wirausahawan kreatif.
“Mahasiswa diharapkan bisa menciptakan nilai tambah bagi pariwisata di Lombok. Kita butuh pengembangan lebih lanjut, terutama dari sisi variasi aktivitas wisata, pemetaan perjalanan (itinerary), hingga peningkatan kualitas kuliner dan produk oleh-oleh,” ujar Kurleni saat menghadiri Sidang Senat Terbuka di Poltekpar Lombok, Sabtu (9/5).
Baca Juga: Gaji PPPK di Lombok Tengah Masih Kurang Rp 17 Miliar
Kurleni menyoroti pentingnya meningkatkan pengeluaran wisatawan selama berkunjung ke Lombok. Menurut dia, hal itu hanya bisa dicapai melalui kreativitas dalam menyajikan pengalaman wisata yang menarik dan berkesan. “Ini membutuhkan kreativitas,” imbuhnya.
Kurleni juga memberikan apresiasi terhadap inovasi “Edukarsa” yang digagas Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok. Inovasi itu memadukan tiga fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam satu wadah.
“Saya yakin inovasi seperti Edukarsa ini dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata di Lombok. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri sangat krusial untuk menjawab tantangan pariwisata masa depan,” tambah Kurleni.
Baca Juga: Jaksa Jebloskan Mantan Bupati Lombok Tengah Dua Periode ke Penjara Terkait Kasus Penipuan
Dengan dorongan inovasi dan semangat kewirausahaan dari generasi muda, Kemenparekraf optimistis Lombok akan semakin kompetitif dan mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.
Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom mengatakan, peluncuran inovasi strategis bernama Edukarsa dirancang untuk mengintegrasikan pilar utama pendidikan tinggi dalam satu kesatuan yang kohesif guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ali menjelaskan, selama ini pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sering berjalan sendiri-sendiri. Melalui Edukarsa, Poltekpar Lombok ingin memastikan setiap aktivitas akademis memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya di desa wisata.
Edukarsa menjadi satu tarikan napas antara pendidikan dan pengajaran melalui proses belajar mengajar di kelas. Kemudian penelitian berupa pengkajian mendalam terhadap persoalan pariwisata. Selanjutnya pengabdian masyarakat melalui implementasi solusi langsung kepada warga.
Baca Juga: Mekanisme Pengelolaan APBDes Lombok Tengah Disorot Jaksa
“Jika dulu pengabdian masyarakat mungkin hanya dilakukan dosen dengan anggaran tertentu, sekarang melalui Edukarsa, proses pembelajaran mahasiswa dan dosen langsung dihadirkan di tengah desa wisata,” ujar Ali.
Ali meyakini, model Edukarsa membuat Poltekpar Lombok tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara teori. Namun juga sumber daya manusia yang responsif dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pariwisata.
Editor : Akbar Sirinawa