Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Wisata Kuta Mandalika Rusak Parah

Lestari Dewi • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:54 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara melintasi jalan raya wisata Kuta Lama yang berlubang dan becek di Desa Kuta, Pujut, Loteng, Selasa (19/5). (Dewi/Lombok Post)
Sejumlah wisatawan mancanegara melintasi jalan raya wisata Kuta Lama yang berlubang dan becek di Desa Kuta, Pujut, Loteng, Selasa (19/5). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Jalur wisata di Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) rusak parah. Selain berlubang dan sempit, jalan kabupaten itu kerap berubah menjadi kubangan air saat hujan turun.

“Dari simpang empat Kuta lama, belok kiri menuju simpang tiga ritel modern jalannya rusak sekitar satu kilometer,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Kuta Mardan kepada Lombok Post, Selasa (19/5).

Mardan menyayangkan kondisi itu terus berlarut-larut. Sebagai pusat keramaian yang dilewati wisatawan, infrastruktur rusak dinilai mencoreng wajah pariwisata daerah. Terlebih pada malam hari, jalur itu selalu padat merayap.

Baca Juga: DPRD Loteng Desak Pemkab Segera Bangun Shelter Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan Seksual

Menurutnya, kemacetan tidak hanya dipicu badan jalan yang sempit dan rusak. Keberadaan lapak pedagang suvenir hingga bangunan milik pengusaha di bahu jalan ikut memperparah kesemrawutan lalu lintas.

“Malu juga kita karena ini jalur wisata, ramai dan jalannya seperti itu. Gimana caranya agar ditata ya, apalagi kalau malam hari ramainya sampai macet,” keluhnya.

Pemerintah desa (pemdes) tidak meminta terlalu banyak kepada Pemkab Loteng. Mengingat pelebaran jalan membutuhkan anggaran besar dan terkendala status lahan yang berbatasan langsung dengan tanah warga, pengusaha, dan kawasan The Mandalika milik ITDC, pemdes hanya meminta perbaikan fisik jalan.

Baca Juga: 'Konser' Warga Tambal Jalan Rusak di Teluk Gok Sekotong

Pemdes berharap Pemkab Loteng segera turun tangan melakukan pengaspalan, baik menggunakan aspal lapen maupun aspal panas (hotmix), yang dibarengi dengan penataan arus lalu lintas.

“Satu sisi kan kita tidak tahu bangunan kiri-kanan jalan itu lahan milik warga, pengusaha atau masuk punyanya ITDC. Setidaknya dibagusin jalannya,” pungkas Mardan. 

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Tengah #Desa Kuta #Mandalika #Rusak Parah #jalan wisata