Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru

Lestari Dewi • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:06 WIB
Rohim pemilik Camping Ground Lembah Datu berfoto dengan latar pemandangan sawah dan kawasan hutan nan sejuk, di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Pringgarata, Loteng. (Dewi/Lombok Post)
Rohim pemilik Camping Ground Lembah Datu berfoto dengan latar pemandangan sawah dan kawasan hutan nan sejuk, di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Pringgarata, Loteng. (Dewi/Lombok Post)

 

Anak-anak muda Desa Pemepek awalnya hanya ingin punya tempat berkumpul di kampung sendiri. Dari keinginan sederhana itu, Lembah Datu pelan-pelan didatangi orang dari berbagai daerah.

----

RIUH kendaraan di jalur utama Praya-Mataram perlahan mereda saat memasuki Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Lombok Tengah (Loteng). Di kawasan yang dikelilingi pepohonan itu, Camping Ground Lembah Datu mulai menjadi tujuan warga yang ingin berkemah tanpa harus pergi jauh dari permukiman.

Dulu, wilayah ini lebih dikenal sebagai area perkebunan. Lokasinya juga tidak jauh dari aktivitas galian C. Namun kini, setiap akhir pekan dan hari libur nasional, tenda-tenda berkelir cerah tampak berjejer di atas hamparan rumput hijau yang terawat.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Ratusan Karyawan Alfamart Lombok Tengah Gedor Kantor Bupati Hari Ini

Lembah Datu perlahan menjadi tempat rekreasi baru. Pengunjungnya datang dari berbagai daerah. 

“Sekarang orang tidak perlu mendaki berjam-jam ke Rinjani untuk merasakan sensasi tidur di bawah hamparan bintang. Di sini, aksesnya mudah, mobil dan motor bisa langsung masuk,” ujar pengelola sekaligus pemilik Camping Ground Lembah Datu Rohim kepada Lombok Post.

Fenomena glamping dan camping ground seperti di Lembah Datu menjadi bagian dari perubahan cara masyarakat menikmati waktu luang. Kata Rohim, konsep yang ditawarkan memadukan suasana pedesaan dengan sentuhan modern yang mudah diterima pengunjung.

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Pria yang juga menjabat sebagai kepala dusun ini menuturkan, area Lembah Datu menyediakan tiga lokasi camping dengan karakteristik berbeda. Di antaranya Camp 1 seluas 12,5 are, Camp 2 seluas 10 are, dan Camp 3 seluas 20 are.

Camp 2 dan Camp 3 diperuntukkan bagi kegiatan khusus. Misalnya komunitas pencinta alam yang menginginkan suasana lebih privat, bernuansa hutan, dan dekat dengan aliran sungai. Sementara Camp 1 difungsikan untuk area umum, seperti kegiatan gathering, kumpul keluarga, dan sejenisnya.

“Area Camp 1 lebih dekat aksesnya. Sudah lengkap dengan fasilitas listrik, WiFi, kamar mandi, toilet, ruang kesehatan, hingga warung makan dan kopi,” bebernya.

Bapak satu anak ini menceritakan, awal mula lokasi perkemahan ini berangkat dari obrolan anak muda setempat. Mereka kerap mengeluh karena minimnya ruang publik atau tempat nongkrong yang representatif di desa. Untuk sekadar berkumpul, mereka harus menempuh jarak cukup jauh ke area perkotaan.

Baca Juga: Ini Daftar Puluhan Gerai Alfamart dan Indomaret yang Dihentikan Sementara karena Langgar Aturan Jarak di Lombok Tengah, Diminta Bongkar Secara Mandiri

Dari keresahan itu, Rohim menggerakkan para pemuda untuk bersama-sama merintis Lembah Datu. “Satu sisi, ini bentuk keprihatinan kami karena di Desa Pemepek ini sangat banyak lokasi galian C. Untuk menekan laju perkembangan galian C ini, saya mencoba mengajak pemuda di sini mengembangkan destinasi wisata berupa camping ground dan glamping,” tegasnya.

Upaya itu mulai terlihat hasilnya. Pada hari libur atau menjelang akhir pekan, area ini ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara

 Dengan perkembangan positif ini, Rohim berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Salah satunya terkait perbaikan akses utama, yang saat ini masih berupa jalan tanah. 

Baca Juga: 25 Ritel Modern di Lombok Tengah Tutup Massal, Bagaimana Nasib 151 Karyawannya?

Aktivitas wisata di Lembah Datu juga membuka ruang ekonomi bagi warga sekitar. Jasa penyewaan alat tenda mulai tumbuh. Pemuda desa ikut diberdayakan sebagai pengelola. Pelaku UMKM kuliner juga mulai mengisi lapak di sekitar area perkemahan.

Dede, salah satu pemuda setempat, mengaku ikut merasakan dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan di Lembah Datu. Pengunjung yang hendak menginap kini tidak perlu lagi membawa perlengkapan berkemah yang berat dari rumah, karena bisa menyewa di lokasi. 

Selain penyewaan alat, keberadaan desa wisata ini juga ikut mengenalkan kuliner lokal buatan warga. Hidangan tradisional yang disajikan mulai dari pisang rebus berbalut kelapa muda dan gula merah, singkong goreng, keripik, sale pisang, hingga kopi lokal. 

Baca Juga: Jalan Wisata Kuta Mandalika Rusak Parah

“Penyajiannya pun kami buat semenarik mungkin agar benar-benar terasa suasana pedesaannya,” ungkap Dede. 

Editor : Kimda Farida
#Pringgarata #camping glamping #Lombok Tengah #Lembah Datu #ekonomi desa