LombokPost-Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mematangkan persiapan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sedikitnya 32 bidang lahan aset milik Pemkab diusulkan menjadi lokasi pembangunan program itu.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Loteng Taufikurrahman Puanote mengatakan, usulan lahan berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebab, tidak seluruh aset yang diusulkan berada di bawah pengelolaan BKAD.
“Jadi lokasi untuk pembangunan KDMP ini berdasarkan rekomendasi aset lahan dari OPD,” kata Taufikurrahman kepada Lombok Post, Jumat (29/5).
Baca Juga: DPRD Lombok Tengah Segera Panggil Manajemen Alfamart, Abaikan Perda 7 Tahun 2021
Namun, proses penyiapan lokasi pembangunan KDMP masih menemui sejumlah kendala. Salah satunya terkait status kepemilikan lahan.
Beberapa lokasi yang dinilai strategis ternyata merupakan aset milik Pemprov NTB maupun pemerintah pusat sehingga belum bisa dimanfaatkan.
“Sehingga belum bisa terbangun. Kalau yang memakai lahan pemkab kini sedang dalam tahap penyelesaian administrasi dan kami siap mendukung,” ujar Arman, sapaan akrabnya.
Selain persoalan status lahan, keterbatasan luas lahan juga menjadi tantangan.
Sesuai ketentuan awal, pembangunan KDMP membutuhkan lahan seluas 10 are. Sementara sebagian besar lahan aset yang tersedia hanya berkisar enam hingga delapan are.
Meski demikian, persoalan itu mulai menemukan jalan keluar setelah dilakukan koordinasi dengan Kodim 1620/Loteng bersama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Dalam koordinasi itu, diberikan penyesuaian ketentuan pembangunan.
Menurut Taufikurrahman, pembangunan tetap diperbolehkan meski luas lahan kurang dari 10 are, asalkan masih mampu memenuhi kebutuhan luas bangunan utama yang dipersyaratkan.
“Dari Agrinas memberikan relaksasi boleh kurang dari 10 are,” tandasnya.
Meski ukuran lahan kini lebih fleksibel, PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan tidak akan menurunkan standar kualitas lokasi.
Tanah yang diusulkan pemerintah desa tetap harus memenuhi kriteria utama komersial agar ekosistem distribusi pangan berjalan optimal.
“KDMP diproyeksikan menjadi motor baru bagi perputaran ekonomi di akar rumput. Di dalam kompleks KDMP, nantinya tidak hanya dibangun gerai sembako modern, melainkan unit usaha terintegrasi seperti klinik desa, apotek murah, hingga fasilitas gudang berpendingin (cold chain),” ucap Kepala Diskop dan UKM Loteng Ikhsan.
Editor : Kimda Farida