Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perumda Tiara Loteng Sebut SPAM Masmirah Butuh Lahan Satu Hektare

Lestari Dewi • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:06 WIB
Bambang Soepratomo (Dewi/Lombok Post)
Bambang Soepratomo (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Kelengkapan persyaratan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cerorong Danau Biru atau SPAM Masmirah dikebut Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng).

Pemerintah pusat siap menggelontorkan anggaran Rp 135 miliar hingga Rp 150 miliar untuk seluruh pengerjaan fisik SPAM hingga tuntas.

“Kami sedang melengkapi persyaratan-persyaratan hingga 100 persen, salah satunya kesiapan lahan pembangunan instalasi pengolahan SPAM,” ucap Direktur Utama Perumda Tiara Loteng Bambang Soepratomo pada wartawan, Kamis (4/6).

Baca Juga: Ikhtiar Putus Rantai Krisis Air, Pemkab Lombok Tengah Jemput Anggaran Pusat Rp 130 Miliar

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri sangat mendukung hadirnya SPAM Masmirah dengan kesiapan penganggaran untuk pembebasan lahan. Luas lahan yang dibutuhkan sekitar satu hektare. Selain itu, pembangunan SPAM Masmirah ditargetkan dimulai tahun 2027.

“Soal berapa harga lahannya, tergantung harga tanah dan hasil appraisal. Saya kira tidak besar (kebutuhan anggaran, red),” ucapnya.

Selain pembebasan lahan, kata Bambang, persyaratan yang harus dilengkapi yakni perizinan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL-UKL), detail engineering design (DED), dan studi kelayakan.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Jadi Venue MTQ NTB, Persiapan Sudah 80 Persen

“Nah, untuk detail engineering design (DED) dan feasibility study kita sudah ada, tinggal mereview kembali dan ini menjadi porsi kami untuk membiayai,” beber Bambang.

Jika proses administrasi dan penyiapan lahan berjalan mulus, konstruksi fisik dijadwalkan mulai digarap pada 2027 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.

Dengan kapasitas produksi mencapai 150 liter per detik, SPAM ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru distribusi air di Loteng.

Kehadiran infrastruktur ini menjadi kabar baik bagi warga di empat kecamatan yang selama ini menjadi langganan krisis air, yakni Pringgarata, Jonggat, Praya Barat, dan Praya Barat Daya.

Selain memperluas jangkauan ke pelanggan baru, fasilitas ini juga akan memperkuat tekanan air bagi pelanggan lama yang sering mengeluhkan distribusi macet.

Baca Juga: Jaksa Ungkap Siasat Dugaan Korupsi Pengadaan Dump Truck DLH Lombok Tengah

“Terutama di kawasan wisata Selong Belanak ya, di sana belum masuk jaringan PDAM. Kalau di selatan Kuta ke arah timur sudah ada SPAM Mandalika,” kata Bambang.

Sebelumnya, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri telah meninjau lokasi pembangunan pada Rabu (15/4) lalu. Bupati ke sana sekaligus memboyong Direktur Utama Perumda Tiara Loteng dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I untuk sinkronisasi lapangan.

“Kami ingin memastikan ketersediaan air di hulu yang dikelola BWS bisa terintegrasi secara teknis oleh Perumda Tiara. Tujuannya, air harus sampai ke keran rumah warga tanpa kendala,” tegas Bupati.

Editor : Pujo Nugroho
#SPAM Masmirah #Perumda Tiara Loteng #syarat #Lombok Tengah #Kelengkapan