Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rencana Pusat Naikkan HET, MinyaKita Kosong di Pasar Renteng Lombok Tengah

Lestari Dewi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:57 WIB
Sebulan terakhir ketersediaan MinyaKita kosong diperjualbelikan pedagang di Pasar Renteng, Praya, Lombok Tengah, Jumat (5/6). Pedagang beralih menjual minyak goreng curah maupun merek lain. (Dewi/Lombok Post)
Sebulan terakhir ketersediaan MinyaKita kosong diperjualbelikan pedagang di Pasar Renteng, Praya, Lombok Tengah, Jumat (5/6). Pedagang beralih menjual minyak goreng curah maupun merek lain. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Kelangkaan minyak goreng subsidi program pemerintah, MinyaKita, kian meresahkan di Lombok Tengah (Loteng).

Pantauan dinas terkait di Pasar Renteng menunjukkan pasokan minyak goreng sejuta umat itu kosong dalam sebulan terakhir.

 Situasi ini diperparah dengan bergulirnya isu rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Roro Sri Mulya Ningsih membenarkan adanya kekosongan pasokan pada beberapa komoditas penting di level pedagang eceran. Termasuk komoditas strategis seperti MinyaKita.

Baca Juga: Perumda Tiara Loteng Sebut SPAM Masmirah Butuh Lahan Satu Hektare

“Kami terus memantau pergerakan harga harian di Pasar Renteng. Memang ada beberapa barang yang tercatat berstatus Rp 0 pada kolom harga hari ini, artinya barang tersebut sedang tidak tersedia atau kosong di pasar, seperti MinyaKita. Per tanggal 5 Juni ini Beras Cap Setra Ramos juga terpantau kosong,” ujar Ningsih pada Lombok Post, Jumat (5/6).

Terkait isu penyesuaian harga, pemerintah pusat dikabarkan berencana menaikkan HET MinyaKita menyusul melonjaknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar global.

Kendati demikian, hingga kini pemerintah daerah maupun para pedagang belum menerima kepastian resmi mengenai nominal HET baru yang akan ditetapkan.

“Kami belum terima informasinya (kenaikan HET),” katanya.

Baca Juga: LPA Loteng Dampingi Santri, Korban Pembakaran yang Viral di Medsos

Salah seorang pedagang di Pasar Renteng mengungkapkan, hilangnya MinyaKita dari lapak pedagang bukan baru terjadi satu atau dua hari. Kondisi itu sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.

“Sudah sebulan ini tidak ada pedagang yang menjual eceran MinyaKita di sini,” kata Zakriyah, pedagang di Pasar Renteng.

Untuk menyiasati kekosongan itu, para pedagang terpaksa mengalihkan jualan ke merek minyak goreng kemasan alternatif yang harganya relatif bersaing.

Baca Juga: Dari Peristiwa Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah, Korban Berjuang Sembuh dan Berharap Bisa Sekolah Lagi di Tengah Trauma Kobaran

“Kami memilih menjual merek lain seperti Camila ukuran 900 ml dan Fortune 900 ml. Harganya Rp 21 ribu jadi pembeli masih mau. Sementara untuk minyak goreng curah, saat ini kami jual di harga Rp 23 ribu per kilogram,” tambahnya. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #naik #kosong #MinyaKita #harga eceran tertinggi (HET)