Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tambah Kuota Bantuan Ayam Petelur di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:45 WIB
Wabup Loteng M Nursiah saat berfoto bersama penerima bantuan ayam petelur atasi kemiskinan dan stunting di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Loteng.
Wabup Loteng M Nursiah saat berfoto bersama penerima bantuan ayam petelur atasi kemiskinan dan stunting di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Loteng.

 

LombokPost - Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah meminta Program Bantuan Ayam Petelur benar-benar mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat. Program itu kini ditambah dari 100 paket menjadi 130 paket dan direncanakan naik menjadi 200 paket pada APBD Perubahan.

“Bantuan ayam petelur ini bukan sekadar memberi, tetapi bagaimana kita membangun kemandirian ekonomi keluarga. Ketika keluarga sudah bekerja dan produktif, maka pendapatan mereka akan meningkat,” ujar Nursiah saat monev program bantuan ayam petelur, Kamis (9/7).

Baca Juga: Dua Santri Luka Bakar di Lombok Tengah Dapat Bantuan Ayam Petelur dari Pemkab

Mantan Sekda Loteng ini menambahkan, peningkatan pendapatan keluarga berdampak langsung pada perbaikan kualitas hidup anak. Dengan ekonomi yang stabil, kebutuhan gizi harian anak dapat terpenuhi dengan baik. Langkah ini dinilai strategis untuk mengintervensi dua persoalan yang menjadi perhatian pemerintah di Lombok Tengah saat ini.

Untuk nilainya, setiap paket bantuan mencapai Rp 6 juta. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan stimulan lengkap berupa 18 ekor ayam petelur siap produktif, pasokan pakan, sekaligus pembuatan kandang.

“Target utama kita adalah memenuhi gizi anak-anak. Dengan begitu, kita berharap angka kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Lombok Tengah,” imbuhnya.

Baca Juga: Bantuan Bibit Ayam Petelur Segera Disalurkan, Percepat Pemenuhan Gizi Balita Stunting di Lombok Tengah

Dalam monev itu, Wabup Nursiah juga berdialog langsung dengan warga dan memantau kondisi balita setempat. Ia menekankan pentingnya pengawasan di lapangan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Baginya, indikator keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari deretan piagam atau penghargaan yang diterima pemerintah kabupaten. “Tetapi dari semakin banyaknya keluarga yang memiliki pekerjaan tetap dan merasakan perubahan konkret dalam kehidupannya,” tegas Nursiah.

Baca Juga: Wabup Loteng Sebut Pinjaman Rp 200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

Nursiah mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi mengesampingkan formalitas. Fokusnya pada kerja nyata di lapangan.

 “Penghargaan bukan menjadi tujuan utama. Yang terpenting adalah ikhtiar kita bersama untuk terus bergandengan tangan, bekerja, dan saling menguatkan untuk menghadirkan Lombok Tengah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Bantuan #Wakil Bupati Lombok Tengah #kemiskinan #ayam petelur #Stunting