LombokPost - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memberi sinyal hijau pembiayaan komitmen atau hosting fee MotoGP Mandalika 2026. Pembiayaan itu dipastikan aman. Namun, pemerintah pusat masih memproses besaran nilainya.
Chairman MotoGP Mandalika 2026 Troy Reza Warokka mengatakan, pemerintah pusat tengah memproses administrasi dan penganggaran hosting fee. Menurutnya, sinergi mengawal ajang internasional itu terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
”Kolaborasi ke arah sana terus dikawal. Bagi kami, ini menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah pusat mengenai hosting fee sangat serius,” ujar Troy, Senin (13/7).
Baca Juga: Hosting Fee Rp 231 Miliar Masih Mengganjal
Sinergi itu melibatkan Kementerian Pariwisata, Kemenpora, Bappenas, dan holding BUMN pariwisata InJourney. Troy mengatakan, Kemenpora kini tidak lagi memandang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sekadar destinasi wisata.
Kehadiran Sirkuit Mandalika dan berbagai fasilitas olahraga pendukung menjadikan kawasan itu sebagai pusat baru industri sport tourism nasional.
”Perkembangan sektor olahraga di sini sudah cukup bagus. Karena itu, ajang MotoGP ini diperjuangkan bersama-sama,” lanjut Direktur Operasi ITDC itu.
Troy mengakui, pemerintah pusat masih menghitung besaran hosting fee 2026. Nilainya bisa lebih besar atau lebih kecil dibandingkan musim lalu sebesar Rp 231 miliar. Namun, porsi pembiayaan terbesar tetap bersumber dari APBN.
Baca Juga: Infrastruktur Jalur Mandalika Beres Jelang MotoGP
”Sharing terbesar jelas dari pemerintah pusat. Tinggal nanti pengampunya dari mana, meski kalau kita lihat saat ini posisinya ada di Kemenpora,” jelasnya.
Meski pemerintah pusat menanggung beban utama, Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) tetap mengambil bagian. Porsinya akan disesuaikan.
Troy mengatakan, Pemkab Loteng tetap memberikan kontribusi jika dikonversi dalam nilai rupiah. ”Hanya saja, bentuk dukungannya akan diformulasikan kembali, apakah berupa dispensasi pajak atau penyediaan fasilitas penunjang lainnya,” terangnya.
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menegaskan, MotoGP harus terus dipertahankan di Sirkuit Mandalika. Sebab, multiplier effect bagi ekonomi masyarakat sangat terasa.
Baca Juga: Kasus Santri Luka Bakar Disorot Senayan, Kapolres Lombok Tengah Hadiri RDP dengan Komisi III DPR RI
”Berapa ribu ton beras, berapa ribu ton daging, berapa ribu butir telur yang menjadi kebutuhan para tamu sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita harap ini (MotoGP, Red) terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif,” singkatnya.
Editor : Akbar Sirinawa