LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mengusulkan perbaikan sembilan jembatan rusak akibat bencana alam kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI tahun ini. Pemkab mengambil langkah itu karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak memadai untuk mendanai perbaikan infrastruktur.
Sebelumnya, Pemkab Loteng telah mengupayakan perbaikan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Daerah dan Kementerian Pariwisata. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
”Kali ini kita ikhtiar lewat BNPB,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Rahadian, Senin (13/7).
Pada awal pengajuan, Pemkab hanya menyodorkan delapan jembatan. Dari jumlah itu, baru lima jembatan yang memenuhi kelengkapan administrasi.
Namun, saat proses konsultasi berjalan, BNPB melacak kondisi lapangan melalui internet. BNPB kemudian meminta Jembatan Aik Bual-Setiling masuk dalam daftar usulan.
”Jembatan tersebut awalnya direncanakan diperbaiki oleh pemkab menggunakan dana daerah pada tahun depan. Ternyata ini minta dimasukkan ke dalam usulan,” terangnya.
Dalam proses pengajuan sembilan jembatan, Pemkab menemui kendala administrasi. Nama jembatan dan nama jalan pada titik yang sama berbeda.
Untuk mengatasinya, Dinas PUPR meminta keterlibatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta pemerintah desa. Mereka diminta membuat surat pernyataan bahwa jembatan itu merupakan aset resmi Pemkab Loteng.
”Karena meski berada di ruas jalan yang sama namun berbeda spesifikasinya,” imbuh dia.
Jika sembilan jembatan lolos verifikasi tim pusat, anggaran Rp 40 miliar hingga Rp 45 miliar dari APBN diproyeksikan cair tahun depan. Nilai perbaikan setiap jembatan bervariasi, mulai Rp 6 miliar hingga Rp 10 miliar. Besarannya bergantung pada tingkat kerusakan.
Sembilan jembatan yang diusulkan meliputi jembatan di Praya Timur dan Jembatan Dusun Pandan di Desa Tanak Rarang. Kemudian, Jembatan Senyong di ruas Bonder-Kelebuh serta jembatan penghubung menuju Dusun Pagutan di Desa Pagutan dan Karang Sidemen.
Baca Juga: Akses Jembatan Aik Bual-Setiling Segera Pulih
Usulan juga mencakup Jembatan Dusun Lekong Jaye di Desa Serage. Selanjutnya, jembatan di ruas Kateng-Jangkih Jawe di Desa Banyu Urip dan ruas Mangkung-Selong Belanak di Desa Mangkung.
Pemkab juga mengusulkan Jembatan Dusun Sawer di Desa Teruwai dan Jembatan Aik Bual-Setiling.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng Ridwan Macruf membenarkan upaya bersama itu. Saat ini, BPBD fokus melengkapi input data persyaratan ke dalam sistem BNPB. Langkah itu dilakukan agar perbaikan permanen bisa segera terealisasi.
”Sedang kita lengkapi persyaratannya,” singkatnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post