LombokPost — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya terus menunjukkan komitmennya untuk berbenah demi memberikan pelayanan kesehatan yang makin profesional, nyaman, dan transparan.
Tak tanggung-tanggung, guna memastikan setiap lini pelayanan memenuhi standar tinggi, manajemen RSUD Praya memboyong Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTB untuk melakukan pendampingan sekaligus evaluasi lapangan.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tersebut tidak main-main dalam meningkatkan kualitas tata kelola publik.
Baca Juga: Siapkan Rp 5 Miliar untuk Lahan Parkir RSUD Praya
Plt Direktur RSUD Praya dr. Mamang Bagiansah, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tengah dilakukan di berbagai sektor. Menurutnya, kehadiran Ombudsman memberikan sudut pandang objektif untuk membedah kualitas layanan secara utuh.
"Pendampingan ini menjadi ruang bersama bagi kami untuk melihat pelayanan secara menyeluruh. Mulai dari keterbukaan informasi layanan, pemenuhan standar pelayanan publik, hingga kesiapan sarana dan fasilitas di area pelayanan," ujarnya, Selasa (28/7).
Tak sekadar diskusi di atas kertas atau pemaparan dokumen, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area-area pelayanan pasien.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa standar pelayanan publik tidak berhenti sebagai janji manis di atas dokumen formal, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang berobat.
Baca Juga: Dorong Komisi V DPR Kawal Jalan Amblas Bypass Mandalika
Mamang menekankan pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat Lombok Tengah.
"Kami ingin RSUD Praya hadir memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan yang baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Proses perbaikan ini juga melibatkan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Tengah.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pemenuhan standar pelayanan publik di lingkungan Pemkab Lombok Tengah.
Bagi manajemen RSUD Praya, setiap catatan, kritik, dan rekomendasi yang diberikan oleh Ombudsman bukanlah sebuah teguran, melainkan amunisi untuk terus bertransformasi.
Baca Juga: Arai Agaska Pecah Telur, Sabet Podium Tertinggi Race 2 MRS 2026
Pelayanan prima dinilai bukan sebagai garis finis, melainkan proses belajar yang harus dijaga secara konsisten.
Sinergi kuat antara RSUD Praya, Ombudsman, dan Pemkab Lombok Tengah ini diharapkan melahirkan fasilitas kesehatan yang makin mudah diakses, responsif, dan ramah bagi siapapun yang membutuhkan.
"Setiap evaluasi adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Pada akhirnya, seluruh peningkatan fasilitas dan layanan ini bermuara pada satu tujuan: memberikan yang terbaik untuk masyarakat Lombok Tengah. RSUD Praya terus berbenah, melayani lebih Blbaik," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan