LombokPost - Kebakaran yang meluluhlantakkan Desa Wisata Sade langsung mendapat respon dari Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana.
Menpar menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
“Secara khusus, kami menginstruksikan Civitas Akademika Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk langsung turun ke lapangan,” katanya melalui siaran pers.
Poltekpar Lombok diterjunkan untuk membendung krisis pangan warga dengan bersiap mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik.
Baca Juga: Pulihkan Desa Wisata Sade, The Dudas-1 Gelontorkan Bantuan Donasi Rp Satu Miliar
Pelaksanaannya diselaraskan dengan arahan Forkopimda Loteng agar penanganan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Bagi Kemenpar, Desa Wisata Sade bukan sekadar aset pariwisata unggulan NTB, melainkan ruang hidup dan benteng terakhir kelestarian budaya Sasak yang tak ternilai harganya.
“Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Duka masyarakat Sade adalah duka kita bersama,” ucap dia.
Baca Juga: Kebakaran Sade, Polisi Tunggu Hasil Olah TKP dan Labfor Bali
Pasca-masa darurat usai, dia berkomitmen mengawal penuh proses pemulihan dan rekonstruksi fisik Desa Wisata Sade bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat.
Proses pembangunan kembali dipastikan akan mempertahankan arsitektur tradisional Sasak, nilai kebudayaan, serta kearifan lokal yang autentik.
“Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post