
LombokPost - Polresta Loteng bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda kawasan Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Pujut, Sabtu (22/8) malam.
Kapolresta Loteng KBP Hariyanto mengatakan, dari keterangan saksi dari warga setempat, kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 22.00 Wita.
Kebakaran tersebut cepat meluas akibat embusan angin serta material bangunan yang mayoritas terbuat dari ilalang dan bambu.
Untuk mengendalikan kobaran api yang sempat meluas hingga ke pemukiman sekitar, kepolisian juga membantu dengan mengerahkan satu unit Rantis Water Cannon Brimob Rembitan dan Mobil Tangki Polres Loteng guna membackup lima unit Damkar Pemkab Loteng serta Damkar Pemprov NTB.
Kepolisian juga mengawal ketat koordinasi awal bersama aparat desa dan kecamatan untuk memastikan keselamatan sekitar 500 warga yang bermukim di kawasan budaya tersebut.
Petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 03.30 Wita. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menghanguskan 89 dari 150 bangunan tersebut.
“Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti timbulnya api, Sat Reskrim telah memasang garis polisi (police line) dan melakukan pengamanan di seluruh area terdampak,” katanya pada wartawan, Ahad (23/8).
Diketahui, tim inafis sudah diterjunkan dari Polda NTB dan Polresta Loteng untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolresta mengaku belum ada hasil olah TKP dari tim sebab masih harus menunggu karena pihaknya meminta bantuan dari laboratorium forensic (labfor) Bali.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




