LombokPost – Duka mendalam menyelimuti Desa Wisata Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pascamusibah kebakaran yang menghanguskan permukiman warga.
Merespons musibah tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Lombok Tengah bergerak cepat menyerahkan bantuan kepada para korban, Kamis (27/8).
Baca Juga: Jaga Rumah Adat, Desa Wisata Sasak Ende Perkuat Mitigasi Bencana
Sebanyak 120 paket sembako dan makanan siap saji disalurkan langsung di lokasi kejadian guna meringankan beban warga yang terdampak.
Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Tengah Adi Bagus Karya Putra menegaskan, aksi tanggap bencana ini merupakan bentuk kepedulian nyata kader di daerah atas instruksi langsung dari pimpinan pusat dan daerah.
"Kondisinya habis terbakar, tentu ini sangat menyedihkan. Sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB Made Rai, kami selaku kader harus cepat tanggap dan berempati atas musibah yang dialami masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Bajang Bagus ini di lokasi bencana, Kamis (27/8) pagi.
Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Senyum Anak-anak dan Rajutan Harapan di Tenda Darurat
Melihat vitalnya peran Desa Wisata Adat Sade sebagai ikon pariwisata prioritas di Lombok Tengah dan NTB, Bajang Bagus mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah rekonstruksi.
Ia menekankan pentingnya proses pembangunan kembali yang cermat tanpa merusak nilai histori dan keaslian bangunan adat.
"Kita harapkan pemerintah dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi terus berkolaborasi. Saya melihat saat kejadian kebakaran, Pak Bupati Pathul Bahri, Pak Wakil Bupati Nursiah, hingga Pak Gubernur Iqbal turun langsung ke lokasi. Sinergi ini harus berlanjut pada tahap pemulihan," terangnya.
Lebih lanjut, ia mewanti-wanti agar proses rekonstruksi rumah adat nantinya melibatkan warga lokal dan para tokoh adat secara aktif. Hal ini penting agar arsitektur khas Sade tetap terjaga keautentikannya.
"Tokoh adat dan masyarakat lokal harus menjadi pemimpin dalam pembangunan kembali rumah adat ini. Merekalah yang paling memahami teknis dan keaslian tradisi bangunan adat yang selama ini terjaga," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan