Dewan Minta Petani Jaga Kualitas Daun Tembakau

Lestari Dewi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:10 WIB
Seorang buruh mengangkut tumpukan daun tembakau usai dipanen di Desa Beleke Lebe Sane, Praya Timur, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
Seorang buruh mengangkut tumpukan daun tembakau usai dipanen di Desa Beleke Lebe Sane, Praya Timur, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost - Memasuki musim panen tembakau tahun 2026, Anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng) Ahmad Rifai menanggapi dinamika harga tembakau yang menjadi perhatian para petani Loteng. Kondisi harga tembakau pada awal musim pemetikan saat ini masih terbilang relatif stabil dan wajar.

Menurutnya, daun pada pemetikan yang baru berlangsung satu hingga empat kali merupakan daun bagian bawah (grade C). Secara kualitas, daun itu belum mencapai tingkatan daun tengah (grade M) maupun daun atas (grade B).

“Kualitasnya tentu masih standar, jadi harganya belum bisa disamakan dengan harga puncak. Biasanya berkisar di Rp 3,5 juta per kuintal,” ujar Rifai, anggota Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat ini, Kamis (27/8).

Baca Juga: DPRD Beri Lampu Hijau Pinjaman Rp 200 Miliar, Minta Proposal Pinjaman PT SMI Segera Diajukan

Ia menambahkan, mekanisme penentuan harga di gudang atau pihak pembeli (perusahaan, Red) biasanya mengalami penyesuaian berkala. Seiring berjalannya pemetikan hingga memasuki daun tengah pada petikan keenam atau ketujuh, akan ada rapat penyesuaian harga kembali dari pihak gudang.

Rifai yang juga memiliki lahan pertanian tembakau ini, menyoroti tantangan cuaca pada musim ini. Kurangnya curah hujan mengakibatkan sebagian tanaman kekurangan air dan memicu kendala kelabu pada daun.

Meski demikian, ia optimistis jika standar kualitas yang diminta gudang terpenuhi, harga tembakau akan tetap membaik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, harga bisa mencapai Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta per kuintal.

Baca Juga: TPI Selong Belanak Berubah Jadi Vila, Aset Pemkab Loteng Diduga Diserobot Perusahaan?

“Harganya tetap ada potensi naik seiring meningkatnya kualitas tembakau. Yang terpenting adalah menjaga kualitas hasil panen agar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan gudang,” kata politisi PKS ini.

Petani diimbau untuk tidak berkecil hati dengan harga pemetikan awal ini. Sebab, proses panen masih baru dimulai dan kualitas tembakau diprediksi akan terus meningkat pada petikan-petikan selanjutnya.

Petani tembakau asal Praya Timur, Mardan mengungkapkan, panen kali ini adalah petikan daun ketiga dengan kisaran Rp 3 juta per kuintal. Menurut dia, sistem penjualan tembakau bergantung pada kualitas dan grade daun.

Baca Juga: Pemkab Loteng Mulai Urai Sengketa Lahan Rowok-Mawun

Daun bagian tengah menjadi salah satu yang paling dinanti karena nilainya stabil dan cenderung tinggi dibandingkan daun bagian bawah.

“Kalau grade daunnya bagus seperti sekarang, jerih payah dan modal yang kita keluarkan rasanya terbayar tuntas,” singkatnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
DPRD Loteng Lombok Tengah kualitas tembakau musim kemarau