ITDC Siapkan Ruang Legal untuk Surfskate di Mandalika

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:06 WIB
 Ratusan wisatawan mancanegara tumpah ruah menyaksikan atraksi papan seluncur Lombok Surfskate Meet Up di kawasan bagian timur KEK Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Rabu (2/9).
Ratusan wisatawan mancanegara tumpah ruah menyaksikan atraksi papan seluncur Lombok Surfskate Meet Up di kawasan bagian timur KEK Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Rabu (2/9).

 

LombokPost - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengkaji penyediaan lokasi yang aman dan legal bagi aktivitas Lombok Surfskate Meet Up di kawasan KEK Mandalika. Penataan dilakukan agar kegiatan komunitas tetap berkembang tanpa mengabaikan keselamatan pengunjung dan kesesuaian dengan master plan kawasan.

General Manager (GM) The Mandalika Made Pari Wijaya menegaskan, ITDC tidak memadamkan antusiasme masyarakat maupun wisatawan terhadap olahraga dan aktivitas kreatif itu. 

Baca Juga: Mengintip Kemeriahan Lombok Surfskate Meet Up, Kala Senja Mandalika Menjelma Jadi Pesta Jalanan

“Kami memperhatikan antusiasme, safety, dan aspek keselamatan penonton maupun pelaku aktivitas. Bagaimana agar tempat tersebut proporsional dan tidak dilakukan di sembarang tempat. Tentu perlu ditertibkan dan disesuaikan dengan peruntukan master plan,” ujar Made Pari Wijaya, Jumat (4/9).

Pari menjelaskan, saat ini tim teknis ITDC telah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan perwakilan komunitas serta penyelenggara kegiatan. Diskusi itu membahas formulasi legalitas, standar keselamatan, hingga penataan lokasi aktivitas komersial maupun olahraga di kawasan KEK Mandalika.

“Tim kami sudah bertemu dengan pihak penyelenggara untuk mendiskusikan bagaimana agar lokasi kegiatan ini lebih tepat secara posisi, lebih aman, dan ada aspek legalitasnya,” tambahnya.

Baca Juga: ITDC Perkuat Ekosistem Pariwisata Lewat MotoGP Mandalika 2026  

Ia menekankan, langkah ini dilakukan bukan sekadar penertiban harian, melainkan bentuk dukungan jangka panjang agar aktivitas komunitas memiliki wadah permanen yang jelas. ITDC juga membuka peluang kerja sama antara pengelola kawasan, komunitas, maupun pihak ketiga yang berminat memfasilitasi sarana pendukung bagi pemuda dan wisatawan di KEK Mandalika.

“Secara prinsip dari sisi kegiatan, kami kaji bersama. Kami pikirkan siapa yang akan bertanggung jawab dan bagaimana menyinkronkannya dengan master plan kami. Saat ini kami sedang menjajaki bentuk kerja sama dan mekanisme yang paling pas,” ucap Pari.

Dengan langkah ini, ITDC berharap seluruh aktivitas kemasyarakatan dan olahraga rekreasi di KEK Mandalika dapat berkembang pesat tanpa mengesampingkan faktor keselamatan pengunjung dan keteraturan tata ruang kawasan.

Sebelumnya, Penggagas Lombok Surfskate Meet Up Zaenul Wardi berharap kegiatan ini bisa disulap menjadi sebuah festival mingguan papan seluncur yang menarik dan dapat mendongkrak ekonomi warga sekitar. Namun, ia menyadari bahwa menyelenggarakan kegiatan rutin di area itu tentu membutuhkan legalitas dari pengelola kawasan.

“Pemilik lokasi ini ITDC. Kami mencoba berkolaborasi agar kegiatan ini bisa dilegalkan, sehingga ada dukungan resmi dalam menarik minat wisatawan berkunjung ke Mandalika,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
lombok surfskate Lombok Tengah ITDC KEK Mandalika wisatawan mancanegara