LombokPost - Suasana di ruang UGD Puskesmas Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, terlihat sibuk dan riuh pada Jumat (11/9) pukul 14.00 WITA akibat gelombang pasien siswa mendadak melonjak.
Menurut keterangan dokter puskesmas, jumlah korban diduga mencapai ratusan siswa yang berasal dari SDN Beber, Kecamatan Batukliang. Siswa usai mengonsumsi paket makanan MBG berupa kebab, daging ayam dan salad buah.
"Untuk korban murid yang dibawa kesini sebanyak 179 orang, selebihnya dievakuasi ke empat lokasi, ada ke Puskesmas Bagu," sebut dr Dessy Jumianita selalu dokter penanggung jawab.
Baca Juga: BGN Atur Standar Susu untuk MBG, Wajib Tanpa Gula dan Minimal 80 Persen Susu Segar
Kondisi fasilitas kesehatan yang terbatas membuat UGD Puskesmas Pringgarata meluap dan tidak mampu menampung seluruh pasien.
Sehingga sebagian besar murid terpaksa dievakuasi dan menjalani perawatan darurat di area Kantor Kecamatan Pringgarata.
"Karena penuh di Puskesmas sebagian dibawa kemari, setelah tiga jam observasi mereka kita pulangkan," singkat Kepala Camat Pringgarata Lalu Winata Kusuma.
Baca Juga: Zulhas Akui Pelaksanaan MBG Gagal, Sebut Masalah Ada di Manajemen
Kapolresta Loteng Kombes Pol Hariyanto mengatakan, pihaknya langsung turun mengecek kondisi kesehatan murid di puskesmas Pringgarata. Selain itu, tim sudah diturunkan untuk mengecek kondisi dapur.
"Dari data sementara ada tiga sekolah, SDN Beber, Repok Puyung dan Serambi Daya di Batukliang," singkatnya. (ewi)
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post