Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pekerja Dapur MBG Wajib Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Supardi
Penulis: Supardi❯

 


Advertisement

JAMINAN SOSIAL: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyerahkan jaminan sosial terhadap ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia.
JAMINAN SOSIAL: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyerahkan jaminan sosial terhadap ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia.

LombokPost-Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur (Lotim) Muhammad Yohan Firmansyah mendorong semua pekerja di Lotim memiliki jaminan sosial dengan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan itu memberikan perlindungan ketika pekerja mengalami kecelakaan atau meninggal dunia.

“Program BPJS Ketenagakerjaan ini perlu dipahami bukan hanya sekadar membayar iuran, tapi sebagai bentuk investasi perlindungan bagi pekerja ketika mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” terang Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lotim Yohan Firmansyah, Selasa (8/9).

Advertisement

Yohan menyebutkan, manfaat yang diterima peserta jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan. Ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian maupun lainnya, pekerja akan mendapatkan asuransi atau santunan sesuai program yang diambil dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Kesadaran pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan menurutnya harus terus diperkuat agar semakin banyak pekerja yang terlindungi. Dengan begitu, risiko sosial dan ekonomi dapat diminimalisir ketika terjadi kecelakaan kerja atau kehilangan pekerja.

Advertisement

“Masyarakat harus diberikan pemahaman terkait manfaat program yang didapatkan di BPJS Ketenagakerjaan. Agar semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan program jaminan sosial,” katanya.

Disampaikan, saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Lotim tercatat sebanyak 194.052 orang. Jumlah ini dinilai terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya dan kolaborasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah serta sejumlah pihak terkait.

Meski jumlah peserta telah mencapai 194 ribu pekerja, perluasan kepesertaan harus terus dilakukan. Mengingat jumlah angkatan kerja di Lotim cukup besar, masih banyak pekerja yang belum mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ukuran capaian kepesertaan tidak semata-mata dilihat dari besar atau kecilnya jumlah peserta. Tetapi sejauh mana program ini memberikan manfaat nyata bagi pekerja,” katanya.

Untuk itu, dia mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar cakupan kepesertaan semakin luas dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh semua pekerja di Lotim.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan NTB kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

Kader Posyandu di Lombok Timur Bakal Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kader Posyandu di Lombok Timur Bakal Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin berjanji akan mendaftarkan semua kader posyandu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Komisi IX DPR RI Dorong Skema Baru Pesangon Buruh, Dana Dikelola BPJS Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR RI Dorong Skema Baru Pesangon Buruh, Dana Dikelola BPJS Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR mengusulkan jaminan pesangon masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan dikelola melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer