Sumur Bor Payau, Warga Labulia Lombok Tengah Krisis Air Bersih

Lestari Dewi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:13 WIB
Sejumlah petugas Perumdam Tiara Loteng menyalurkan air bersih ke wadah penampungan air milik warga di Desa Labulia, Jonggat, Loteng, pekan lalu.
Sejumlah petugas Perumdam Tiara Loteng menyalurkan air bersih ke wadah penampungan air milik warga di Desa Labulia, Jonggat, Loteng, pekan lalu. 

 

 

LombokPost - Warga Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, menghadapi krisis air bersih yang sudah berlangsung hampir tiga bulan. Kondisi itu diperparah air sumur bor yang asin, minimnya pasokan PDAM, serta akses jalan permukiman yang rusak dan terputus.

Kepala Desa Labulia Mahjat membeberkan, berbagai upaya administratif telah ditempuh Pemdes Labulia untuk meminta penyaluran air bersih darurat ke sejumlah pihak.

“Namun karena kekeringan ini sudah berlangsung hampir tiga bulan, kebutuhan masyarakat sangat tinggi dan bantuan armada tetap terasa kurang,” ujar Mahjat, Sabtu (12/9).

Baca Juga: Semringah Masdah, Warga Labulia Nikmati Sambungan Listrik Gratis, Anak-Anak Kini Bisa Belajar dengan Tenang dan Terang Benderang

Dia mengungkapkan, persoalan di desanya bukan semata-mata ketiadaan infrastruktur fisik. Labulia sebenarnya telah menerima program bantuan sumur bor dalam dari pemerintah pusat. Mahjat mengatakan, sumur bor yang dibangun menghasilkan air asin atau payau, sehingga tidak layak dikonsumsi.

“Nggak bisa dipakai masak,” cetus dia.

Akibatnya, aktivitas pelayanan publik dan sosial warga pun terdampak. Pihak desa terpaksa merogoh kocek swadaya untuk membeli air saat menggelar acara warga seperti begawe atau roah, maupun untuk operasional kantor desa.

Baca Juga: Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas

Kekecewaan warga juga memuncak terhadap pelayanan Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Loteng. Mahjat menyebut, banyak warga di dusun-dusun seperti Labulia Selatan, Aik Paek, hingga Batu Bawi terpaksa mencabut meteran PDAM secara massal karena merasa hanya membayar angin.

“Daripada terus-terusan bayar angin, ratusan meteran akhirnya dicabut oleh warga,” tegas Mahjat.

Di tengah peliknya persoalan itu, Pemdes Labulia menaruh harapan besar pada percepatan proyek optimalisasi dan integrasi penyaluran air bersih dari sumber SPAM Masmirah.

Baca Juga: Pemkab Loteng Tambah Anggaran Jalan Rp 73,06 Miliar

“Kalau pengaliran dari Danau Biru (SPAM Masmirah, red) itu bisa terealisasi, InsyaAllah Labulia akan makmur dengan air bersih,” kata dia.

Kondisi memprihatinkan yang dialami warga Labulia itu menyita perhatian jajaran legislator Udayana. Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Lombok Tengah Megawati Lestari menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menuntaskan persoalan mendasar yang menghimpit warga setempat.

“Melalui program aspirasi, kami akan terus kawal penanganannya,” ujar Megawati. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
dprd ntb dapil loteng Desa Labulia Megawati Lestari Kekeringan jalan rusak