Bupati Pathul Resmikan SIHT Lombok Tengah, Penggerak Ekonomi Baru, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:10 WIB
SERAP PEKERJA LOKAL: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (paling tengah) meninjau proses melinting di Gedung C, SIHT Lombok Tengah di Desa Barabali, Batukliang, Loteng, Jumat (18/9).
SERAP PEKERJA LOKAL: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (paling tengah) meninjau proses melinting di Gedung C, SIHT Lombok Tengah di Desa Barabali, Batukliang, Loteng, Jumat (18/9).

 

LombokPost - Aroma khas tembakau rajangan menyengat lembut di dalam Gedung C Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Lombok Tengah, Jumat (18/9). Jemari puluhan pekerja lokal tampak begitu lincah menata daun tembakau di atas alat cetak, memutarnya presisi, lalu merapikan tiap ujung lintingan rokok.

Di sudut lain, beberapa pekerja sibuk memasukkan kemasan rokok yang siap edar ke dalam wadah presisi. Suasana hangat dan penuh optimisme itu menjadi latar peresmian SIHT Lombok Tengah di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang.

Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri meresmikan langsung fasilitas industri tersebut. Turut hadir jajaran Anggota DPRD Loteng, Kapolresta Loteng, Dandim 1620/Loteng, Bea Cukai Mataram, hingga jajaran OPD Pemkab Loteng.

Dalam sambutannya, Bupati Pathul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat kawasan industri baru ini. “Dengan rasa saling memiliki, pasti akan dijaga sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat dan menggerakkan ekonomi,” tegas Pathul.

Baca Juga: Pemkab Loteng Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Sade

Pathul membeberkan, potensi serapan tenaga kerja dan produksi di SIHT sangat menjanjikan. Seorang pekerja melinting rata-rata mampu menghasilkan 500 hingga 600 linting rokok per hari. Jika satu unit mempekerjakan minimal 20 orang, produksi harian bisa menembus 12 ribu linting. Pemasarannya tak hanya merambah pasar lokal, tetapi menembus Pulau Jawa.

“Tembakau ini berasal dari petani lokal Lombok Tengah yang diracik sedemikian rupa hingga menghasilkan produk rokok berkualitas. Kehadiran SIHT penting agar masyarakat menerima manfaat langsung, terutama dari sisi ekonomi,” tambahnya.

Saat ini tersedia tiga gedung yang diisi empat perusahaan rokok lokal asal Montong Gamang, Praya, dan Lantan. Kapasitas serapan tenaga kerja diproyeksikan terus melonjak.

Baca Juga: SIHT Barabali Loteng Tunggu Penerbitan Pita Cukai

Satu gedung diperkirakan mampu menampung hingga seribu pekerja lokal. Saat ini sudah ada 90 pekerja bagian melinting, di luar tim pengemasan dan pemasaran yang diprioritaskan bagi warga sekitar.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Loteng Baiq Yuliana Sapriani menjelaskan, pemkab memfasilitasi meja giling, peralatan linting, APD, gedung produksi, hingga kantor Bea Cukai. Seluruh perusahaan pengisi pun telah mengantongi izin cukai resmi.

DIRESMIKAN: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (paling tengah) memotong pita sebagai tanda diresmikannya Gedung SIHT Lombok Tengah di Desa Barabali, Batukliang, Loteng, Jumat (18/9).
DIRESMIKAN: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (paling tengah) memotong pita sebagai tanda diresmikannya Gedung SIHT Lombok Tengah di Desa Barabali, Batukliang, Loteng, Jumat (18/9).

 

“Para pekerja lokal ini sudah kami latih sejak 2024 sebanyak 200 orang. Untuk menjadi karyawan tetap, mereka harus mengantongi sertifikat. Di atas lahan seluas dua hektare ini masih ada sisa lahan yang siap dikembangkan,” terang Yuli.

Guna mendukung keberlanjutan usaha lokal, Pemkab Loteng memberikan keistimewaan berupa pembebasan biaya sewa gedung selama tahun pertama operasional yang diperkuat melalui Peraturan Bupati. Langkah ini diambil untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah sebelum beban sewa diberlakukan pada tahun berikutnya. 

Baca Juga: MotoGP Mandalika Kian Dekat, Sirkuit Mandalika Dipoles Habis-Habisan!

“Pintu SIHT pun terbuka lebar bagi perusahaan rokok lokal lainnya yang ingin bergabung,” imbaunya.

Dukungan penuh juga mengalir dari aparat kepabeanan. Kepala Kantor Bea Cukai Mataram Bambang Parwanto menilai peresmian SIHT menjadi langkah strategis untuk memacu perkembangan industri tembakau di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Sektor ini terbukti menjadi salah satu penyokong utama penyerapan tenaga kerja, penggerak aktivitas ekonomi warga, hingga penyumbang penerimaan negara melalui cukai.

Keberadaan SIHT di Desa Barabali adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan ekosistem usaha yang lebih tertata, efisien, dan mudah diawasi.

Baca Juga: Betabeq Menjelang MotoGP Mandalika 2026, Tradisi Sasak Membawa Doa, Restu, dan Kebersamaan

“Lokasi ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hasil tembakau yang legal, kompetitif, dan berkelanjutan,” tegas Bambang. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
sentra industri hasil tembakau (SIHT) PERGERAKAN EKONOMI serap tenaga kerja lokal Bupati Lombok Tengah resmikan