LombokPost - Warga Lombok Tengah (Loteng) harus lebih bersabar. Keterbatasan dana membuat Pemkab Loteng tidak bisa langsung menyulap seluruh jalan rusak menjadi mulus di APBD Perubahan 2026 ini.
Dari total anggaran Rp 72 miliar yang digelontorkan, Pemkab terpaksa menerapkan kriteria selektif dan hanya memprioritaskan ruas jalan yang dinilai paling vital.
Wakil Bupati Loteng M Nursiah blak-blakan mengakui, alokasi anggaran puluhan miliar itu belum cukup untuk menuntaskan seluruh jalan yang belum mantap.
Sebab itu, skema perbaikan difokuskan pada ruas jalan berstatus rusak parah, jalur perbatasan, serta akses yang menyokong langsung ekonomi dan pariwisata.
“Kita harus benar-benar selektif menentukan prioritas agar tepat sasaran,” ungkap Nursiah, Kamis (24/9).
Baca Juga: Puluhan Tahun Rusak, Warga Patungan Perbaiki Jalan
Nursiah menjelaskan, tolok ukur penanganan jalan tidak melulu berpatokan pada status jalan utama. Jika ada jalan lingkungan atau penghubung yang dampaknya sangat besar terhadap mobilitas dan ekonomi warga, ruas itu akan didahulukan. Penetapan titik-titik lokasi pengerjaan kini sedang digodok intensif bersama Banggar DPRD Loteng.
Meski begitu, Pemkab menargetkan sekitar 30 kilometer jalan rusak tetap bisa tuntas diperbaiki hingga akhir tahun 2026. Pembahasan APBD Perubahan ditargetkan rampung pada September ini, sehingga eksekusi pengerjaan fisik oleh Dinas PUPR Loteng bisa langsung digenjot mulai Oktober mendatang.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post