Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan Tahun Rusak, Warga Patungan Perbaiki Jalan

S
Penulis: Supardi❯
GOTONG ROYONG: Puluhan warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang melakukan perbaikan jalan secara Swadaya menggunakan cor-coran.
GOTONG ROYONG: Puluhan warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang melakukan perbaikan jalan secara Swadaya menggunakan cor-coran.  

Advertisement

LombokPost-Warga Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, memperbaiki jalan desa menggunakan cor-coran secara swadaya. Hal itu dilakukan karena jalan yang menjadi akses ke sejumlah desa tidak kunjung mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Puluhan tahun anak-anak, guru, warga dan para petani melalui jalan ini yang kondisinya sangat parah. Sehingga hari ini warga memutuskan untuk turun langsung memperbaikinya,” terang salah seorang warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Rodi, Minggu (13/9).

Anggaran perbaikan itu didapatkan dengan melakukan iuran masing-masing Rp 50 ribu dari warga. Dari iuran itu, uang yang terkumpul sebesar Rp 5 juta. Namun, uang itu belum bisa memperbaiki semua ruas jalan dengan panjang 5 kilometer.

Dengan dana yang ada, warga hanya memperbaiki pinggir jalan, terutama di posisi menanjak dan bagian yang kondisinya sangat parah agar lebih aman dilalui masyarakat.

“Yang penting bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Advertisement

Jalan itu dinilai merupakan akses penting untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti mengangkut hasil pertanian dan mobilitas warga. Masyarakat beberapa kali telah menyampaikan kepada Pemkab Lotim agar jalan itu diperbaiki, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan perhatian.

Tidak adanya kepastian perbaikan membuat warga memutuskan untuk iuran, terutama warga yang memiliki lahan dan kerap melintas di jalan itu. Seperti petani di Desa Ketangga, Desa Sintalangu, dan Desa Selaparang.

“Yang kita mintai ini hanya orang yang bertani dan yang bermukim di sini, artinya hanya warga yang memanfaatkan jalan ini saja yang diminta,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan jalan itu dan melakukan perbaikan secara permanen. Sebab, perbaikan jalan menggunakan cor-coran itu dinilai tidak akan bertahan lama.

“Kami tidak ingin terus bergantung pada swadaya masyarakat, setiap kali jalan mengalami kerusakan kita harus iuran,” katanya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KPBU atau Pinjaman Langsung lewat APBD? Utang SMI untuk Perbaikan Jalan Rusak di Lombok Tengah

KPBU atau Pinjaman Langsung lewat APBD? Utang SMI untuk Perbaikan Jalan Rusak di Lombok Tengah

pemkab menjajaki pembiayaan dari pemerintah pusat hingga pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur dengan skema pinjaman langsung maupun KPBU.

Pemuda Muhammadiyah Desak Pemprov NTB Perbaiki Jalan Rusak di Bima, Minta Dialokasikan di APBDP 2026

Pemuda Muhammadiyah Desak Pemprov NTB Perbaiki Jalan Rusak di Bima, Minta Dialokasikan di APBDP 2026

Menjelang dua tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Lalu Muhamad Iqbal-Inda Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di Bima kembali disorot.

Baiq Mirdiati Dorong Pengaspalan Jalan Lingkungan Rusak Parah

Baiq Mirdiati Dorong Pengaspalan Jalan Lingkungan Rusak Parah

Respon cepat reses dewan, Baiq Mirdiati kawal pengaspalan jalan Citra Mutiara yang rusak parah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer