DPRD Lombok Tengah Minta Warga Sikapi Hasil Pilkades dengan Lapang Dada

Lestari Dewi • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 07:23 WIB
PESTA DEMOKRASI: Warga menyalurkan hak suaranya saat memilih calon kepala desa di Pilkades Loteng 2026 di TPS 1 Muhajirin, Desa Dasan baru, Batukliang, Kamis (29/10).
PESTA DEMOKRASI: Warga menyalurkan hak suaranya saat memilih calon kepala desa di Pilkades Loteng 2026 di TPS 1 Muhajirin, Desa Dasan baru, Batukliang, Kamis (29/10).

 

LombokPost - Aksi perusakan Kantor Desa Tanak Awu dan pembongkaran jalan rabat beton di Desa Pengadang mewarnai Pilkades serentak di 87 desa di Lombok Tengah (Loteng).

Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan meminta masyarakat dan para kontestan menerima hasil pemilihan dengan lapang dada serta menempuh jalur hukum jika menemukan dugaan kecurangan.

“Namanya kontestasi pasti ada yang kalah, ada yang menang. Yang menang jangan terlalu euforia berlebihan yang bisa menyinggung pihak lain. Begitu juga bagi yang kalah, harus dewasa menerima hasil yang ada,” ujar Ramdan kepada wartawan, Senin (2/11).

Baca Juga: Lin Yi dan Lu Yuxiao Sapa Penggemar Lewat Drama Romansa Terbaru When I Meet the Moon

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, jika ada pihak yang merasa terjadi kecurangan atau pelanggaran selama proses pemungutan suara, ada mekanisme dan jalur hukum yang bisa ditempuh. Aksi perusakan fasilitas publik hanya akan merugikan masyarakat banyak.

“Harapan kita masyarakat harus tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” imbuh anggota DPRD Loteng Dapil Pujut-Praya Timur ini.

Baca Juga: Kisah Cinta Penuh Muslihat, Sinopsis Drama China Key to the Phoenix Heart

Senada dengan seruan menjaga kondusivitas wilayah, pihak kepolisian juga langsung mengambil tindakan untuk meredam gejolak di masyarakat.

Salah satu insiden yang menyita perhatian adalah aksi oknum calon kades petahana di Desa Pengadang yang membongkar kembali jalan rabat beton usai kalah tarung dalam pemungutan suara.

Aksi emosional pembongkaran jalan ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Aksi ini dipicu kekecewaan atas minimnya perolehan suara di TPS setempat.

Jalan rabat beton yang dihancurkan itu diketahui berada di atas lahan pribadi milik sang petahana. Jalan itu sebelumnya diperbaiki menggunakan dana pribadi sewaktu petahana masih menjabat.

“Benar, dibangun oleh petahana. Karena suaranya kalah kemudian kecewa, dirusak,” kata Kasi Humas Polresta Loteng Iptu Lalu Brata Kusnadi.

Iptu Brata menjelaskan, jajaran kepolisian telah menempuh jalur mediasi agar akses transportasi warga tidak terputus total.

Baca Juga: Kisah Sukses Sutami, Peternak Asal Jelantik Pemenang Kontes Sapi Lombok 2026

Dari hasil musyawarah, kesepakatan berhasil dicapai sehingga lebar jalan yang semula dua meter kini disusutkan menjadi satu meter untuk tetap memberi ruang melintas bagi warga dusun setempat.

“Kami imbau masyarakat untuk kembali bersatu, merangkul satu sama lain, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu atau berita bohong yang dapat memecah belah persaudaraan,” tutup Iptu Brata. 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
DPRD Loteng kontestan Pilkades 2026 Lalu Ramdan lapang dada