Banjir Lumpur Mengintai Kuta Mandalika

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 06:47 WIB
LANGGANAN: Alat berat excavator mengangkat lumpur yang terbawa air hujan dan memenuhi saluran drainase di sekitar perbukitan Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, tahun lalu. (Dewi/Lombok Post)
LANGGANAN: Alat berat excavator mengangkat lumpur yang terbawa air hujan dan memenuhi saluran drainase di sekitar perbukitan Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, tahun lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Berdasarkan pemetaan wilayah, ancaman seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung menjadi perhatian utama.

Plt Pelaksana BPBD Loteng Zaenal Mustakim menyatakan, pihaknya telah merancang langkah antisipasi menyeluruh demi meminimalkan dampak bencana di Gumi Tastura.

“Kami sudah melakukan pemetaan awal untuk mengidentifikasi kawasan-kawasan rawan bencana. Selain itu, personel dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai disiapkan,” ujar Zaenal kepada wartawan, Selasa (3/11).

Baca Juga: Pemkab Loteng Matangkan Mutasi Pejabat

Wilayah Loteng bagian selatan mendapat perhatian intensif. Kawasan ini kerap dilanda banjir yang disertai lumpur, salah satunya yang menerjang permukiman warga di Desa Kuta, Pujut.

Guna mencegah terulangnya banjir lumpur di Desa Kuta dan sekitarnya, BPBD Loteng menjalin koordinasi erat dengan pemerintah desa setempat untuk menggalakkan aksi gotong royong pembersihan saluran drainase.

Langkah ini diambil karena tingginya sedimentasi di saluran irigasi kerap memicu air meluap ke permukiman saat intensitas hujan meningkat.

Baca Juga: Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

“Dalam waktu dekat aksi gotong royong dan pembersihan saluran ini akan segera kami laksanakan bersama masyarakat,” tegasnya.

Zaenal juga menyoroti permasalahan sampah yang selalu mengekor saat hujan lebat turun. Ia menyayangkan masih tingginya kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan ke saluran irigasi maupun aliran sungai.

“Tingkat kesadaran masyarakat menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan. Sampah yang menyumbat aliran air menjadi salah satu pemicu utama banjir meluap ke jalan dan rumah warga,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
langganan antisipasi Mandalika BPBD Loteng banjir lumpur