SUMBAWA-Banjir yang terjadi di Kecamatan Utan beberapa minggu lalu hingga saat ini ternyata masih menyisakan sejumlah masalah. Belum ada penanganan ataupun bantuan terhadap rumah warga yang terdampak banjir.
Akibatnya pemilik rumah hingga saat ini tidak berani tinggal di rumah dan terpaksa nginap di tenda pengungsian. Pasalnya rumah warga yang ada di Karang Amat, Desa Motong ini terancam roboh karena tanahnya tergerus.
“Sebagai wakil rakyat, tentu kami sangat prihatin dan kami mempertanyakan sikap dan perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat kita ini,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Salman Alfarizi, kemarin (12/3).
Politisi PAN ini berharap dinas teknis bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi yang terjadi. Tidak hanya menerima laporan dari pihak kecamatan atau pihak terkait lainnya. Terlebih informasi dari pihak kecamatan, belum ada kepastikan kapan para warga ini bisa dibantu.
“Mestinya ada anggaran darurat untuk bencana yang bisa didrop membantu warga. Minimal dengan membuat bronjong minimal 30 mter di sekitar rumah yang terdampak banjir ini. Saya rasa ini bisa menjadi solusi sementara,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dia tidak ingin persoalan seperti ini dipandang sebelah mata. Padahal persoalan seperti ini termasuk persoalan pokok yang harus mendapat penanganan segara. Jangan justru seolah-olah disepelekan.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah melalui dinas teknis mesti segera turun. Kasihan warga yang sampai saat ini belum berani ke rumahnya karena takut roboh,” katanya. (aen/r3)
Editor : Administrator