Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Efek Positif Alun-Alun Kota Jereweh

Administrator • Jumat, 22 November 2019 | 11:25 WIB
ADA MUSALA JUGA: Pemerintah sudah mulai menata Taman Kota Giri Menang. Di antara yang sudah dikerjakan adalah pembenahan tempat jualan. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
ADA MUSALA JUGA: Pemerintah sudah mulai menata Taman Kota Giri Menang. Di antara yang sudah dikerjakan adalah pembenahan tempat jualan. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
TALIWANG-Kecamatan Jereweh, termasuk salah satu daerah lingkar tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Tidak heran, kecamatan ini menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian prioritas dari perusahaan. Salah satunya dengan mewujudkan mimpi masyarakat Jereweh untuk memiliki alun-alun kota.

Alun-alun kota Jerewen ini memang tidak seindah dan selengkap taman Tiang Nam, Kota Taliwang. Tapi paling tidak Jereweh kini memiliki alun-alun kota terbuka hijau sendiri. Alun-alun kota ini dibangun Amman Mineral beberapa tahun lalu. Selain alun-alun, sejumlah fasilitas pendukung lainnya juga disedikan Amman Mineral. Salah satunya bangunan lapak permanen untuk pedagang setempat.

Sejak dibangun, masyarakat Jereweh bisa memanfaatkan alun-alun ini sebagai taman bermain dan berkumpul bersama keluarga baik sore maupun malam hari. Sejak dibangun tempat ini tidak pernah sepi dikunjungi masyarakat. Terlebih, di sekitar alun-alun banyak para pedagang yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman.

Sebagai pintu masuk kecamatan Jereweh, lokasi ini dulunya terlihat kumuh. Kumuh karena dalam komplek itu masih berdiri bangunan tua eks pengadilan. Karena lama tidak terurus dan terlihat kumuh. Masyarakat bersama pemerintah desa kemudian dibantu tokoh masyarakat setempat kemudian mengajukan pinjam pakai ke pengadilan Sumbawa agar lahan tersebut bisa dirubah menjadi alun-alun kota. Barulah sekitar tahun 2014 penataan eks lahan pengadilan ini dimulai perusahaan dengan membangun alun-alun kota, lapak pedagang dan panggung termasuk tempat bermain anak-anak.

“Awalnya tempat ini kumuh. Kita selama ini berjualan menggunakan los yang dibangun sendiri. Setelah dibangun PT AMNT, kita kemudian pindah dan berjualan dalam kompleks alun-alun ini,’’ ujar Nurhasanah, salah seorang pedagang kemarin.

Sejak alun-alun kota dan lapak permanen dibangun perusahaan, masyarakat Jereweh lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat itu. “Kalau dulu biasanya pergi ke Taliwang untuk rekreasi. Sekarang sudah dekat, masyarakat lebih banyak berekreasi dan berkumpul di sini,’’ katanya.

Pembangunan alun-alun kota ini diakuinya memberikan dampak cukup besar bagi pedagang setempat. Terutama dari sisi pendapatan pedagang. Para pedagang berharap, rencana perusahaan untuk kembali membangun taman bermain tambahan bisa segera terwujud.

“Kalau sekarang pendapatan kita lumayan. Cukup untuk kebutuhan sehari-sehari dan biaya pendidikan anak. Apalagi kalau taman bermain tambahan bisa segera dibangun, tentu pemasukan kita akan lebih besar. Karena akan banyak masyarakat datang ke sini,’’ ujarnya lagi.

Dalam sebulan, para pedagang bisa meraup keuntungan hingga Rp 6 juta. Bahkan saat hari-hari besar, alun-alun kota biasanya lebih ramai tentunya akan semakin menambah angka pendapat masyarakat.

Sementara itu, Syarafuddin Jarot, Senior Manager SR PT Amman Mineral mengatakan, pembangunan taman kota Jereweh merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan. Apalagi, setelah taman tersebut dibangun, memberikan dampak ekonomi masyarakat setempat. “Ini adalah bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat,’’ katanya. (far/r4) Editor : Administrator