Kedatangan kapal sepanjang 125 meter dan lebar 22 meter yang digunakan untuk fungsi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) menjadi tontonan warga sekitar.
Yogi, 22 tahun salah satu warga Moyohilir Sumbawa yang kebetulan sedang jalan-jalan ke lokasi dan kawasan arena sirkuit MXGP mengaku, kagum dan senang melihat langsung dari dekat kapal perang ini.
"Ini pertama kali bagi kami, ternyata kapalnya besar sekali," kata mahasiswa UTS Sumbawa ini, bersama para sahabatnya, Rabu (22/6/2022).
Senada dengan Yogi, warga Sumbawa Irfan, 30 tahun mengaku tidak menyangka bisa melihat dari jarak dekat kapal perang yang akan hadir hingga tanggal 26 Juni.
"Saya senang dengan adanya event internasional MXGP di Samota, banyak hal yang baru dapat kami rasakan, termasuk bisa langsung lihat kapal perang ini," kata mantan mahasiswa Unram ini.
Ia merasa bangga, event bergengsi seperti ini bisa diselenggarakan di NTB khususnya Sumbawa. "Kemarin juga saya bisa dipekerjakan untuk membantu membangun bangunan utama sirkuit," jelas Irfan.
Warga Sumbawa ini berharap, kerja keras Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dan Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Pemkab Sumbawa dan semua pihak dapat menginisiasi penyelenggaraan event dunia ini.
"Diharapkan akan mampu membangkitkan pariwisata dan ekonomi di pulau Sumbawa dan NTB umumnya," tukasnya.
Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meyakini pelaksanaan Motocross Grand Prix (MXGP) di Samota, Sumbawa akan sukses terlaksana.
"Belajar dari perjuangan dan kerja keras mempersiapkan pelaksanaan WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika yang menuai sukses, kita ingin kesuksesan event internasional itu kembali terulang di Sirkuit Samota, Sumbawa," katanya.
Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di NTB ini mengemukakan, terpilihnya Samota sebagai lokasi MXGP karena dinilai venue keindahan alam di kawasan Samota memang luar biasa. Sebab itu tidak salah jika sirkuit ini terbilang sebagai sirkuit terindah dunia karena venue alamnya yang cukup menarik siapa saja.
"Kita berharap dengan digelarnya event MXGP ini akan berdampak ekonomi bagi masyarakat NTB, khususnya masyarakat sekitar seperti efek domino secara ekonomi yang dirasakan masyarakat saat digelarnya WSBK dan MotoGP di Mandalika. Terlebih saat itu dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi," tukas doktor ekonomi industri ini.
"Coba bayangkan efek ekonomi di WSBK dan MotoGP dari data BPS perputaran uang hingga Rp 600 miliar lebih. Bahkan menurut catatan pemerintah sendiri, perputaran uang mencapai triliunan rupiah. Kita ingin dampak ekonomi MXGP ini akan bisa mensejahterakan masyarakat. Semua itu juga hasil kerja keras bersama mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan dalam event tersebut," imbuh Bang Zul.
Euforia masyarakat Sumbawa meyambut MXGP ini sungguh luar biasa. Digelarnya event bergengsi ini menjadi suatu kebanggaan bagi daerah dan masyarakat karena event internasional sekelas MXGP bisa digelar di Samota.
"Hal ini wajar mengingat kawasan Samota memiliki keindahan alam yang sungguh luar biasa dan potensi pariwisata, pertanian dan budayanya juga mengiringi. Sirkuit ini pemandangannya alami bak teater dalam sebuah kubangan dilengkapi Pulau Moyo yang sudah kesohor di dunia. Harapannya tentu para investor akan makin tertarik berinvestasi di NTB," terangnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida