SUMBAWA-Keberadaan tambang PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mendapat sorotan dari DPRD Sumbawa. Wakil rakyat pun sudah membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menelisik persoalan tambang yang beroperasi di Kecamatan Ropang, Sumbawa ini.
Ketua Pansus Edy Syahriansah menegaskan, persoalan tambang PT SJR akan diatensi. Terlebih lagi, keberadaan tambang ini sudah menjadi perhatian publik. ”Kami ingin tahu keberadaan tambang ini, sejauh mana bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkap politisi senior PDIP ini, kemarin.
Pansus akan turun ke lokasi tambang guna mengetahui secara jelas persoalan yang terjadi. "Iya, dalam waktu dekat, ketua dan anggota pansus dewan akan tinjau lokasi tambang-tambang ini," ungkapnya.
Dean ingin melihat sejauh mana tanggung jawab sosial perusahaan tambang tersebut kepada masyarakat sekitar. Meski tambang itu belum memasuki ke tahap produksi. ”Jadi, kita harus bisa memilah antara PT Amman dan PT SJR," ujar dia.
Dia mengakui jika aktivitas PT SJR masih dalam tahap eksplorasi. Tetapi masyarakat harus diberikan informasi juga terkait hal tersebut. ”Kendati masih dalam tahap eksplorasi, tentu dibutuhkan juga serapan tenaga kerja walau pun non skill,’’ jelasnya.
"Saat ini, pihak PT SJR juga melakukan aktivitas pengeboran. Kami sebagai wakil rakyat ingin mengetahui sejauh mana aktivitas atau program dari pihak perusahaan tersebut," tegas Rian.
Karena itu, pihak legislatif dan eksekutif perlu untuk mengetahui aktivitas pertambangan di daerah ini. Sehingga keberadaannya berdampak positif untuk masyarakat. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja. Sejauh ini, berapa tenaga kerja lokal yang terserap. Termasuk juga terkait pengusaha lokal yang diajak berkolaborasi di perusahaan tambang itu.
"Kami ingin melihat sejauh mana tanggung jawab sosial ke masyarakat, dan CSR-nya selama ini harus terbuka. Seperti apa yang dilakukannya atau kontribusinya. Seperti Newmont dulu sangatlah nyata bentuk CSR. Nah ini, kami sama sekali tidak mengetahui, apa yang mereka lakukan," kata dia.
Dia menuding, aktivitas eksplorasi tambang tersebut mengganggu lingkungan sekitar. Salah satunya, lalu lalangnya kendaraan di wilayah pertambangan tersebut. "Kesannya pihak perusahaan ini jalan sendiri-sendiri. Kami tidak tahu sama sekali mereka berikan CSR atau tidaknya. Karena tidak ada sama sekali pemberitahuannya," pungkasnya. (bia/r8)
Editor : Galih Mps