Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gas Elpiji Subsidi Masih Langka dan Mahal di KSB

Galih Mps • Sabtu, 29 Juli 2023 | 22:00 WIB
Photo
Photo

TALIWANG-Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) subsidi pemerintah hingga kini tak kunjung menemukan solusi. Terbaru, persoalan ini kemudian diadukan langsung Agen Gotong Royong (AGR)di Forum Yasinan Pemda KSB.


"Gas subsidi ini masih langka. Bukan hanya di Taliwang saja, tapi hampir semua terjadi wilayah Sumbawa Barat," ujar Sulyana, seorang ibu rumah tangga (IRT) sekaligus AGR Peliuk Leban, Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang, kemarin.


Selain langka, harga gas subsidi yang menjadi hak masyarakat miskin ini melambung tinggi. Tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. "Temuan kita di lapangan, kok bisa agen ini menjual gas itu di luar Desa Batu Putih, sementara kita saja mengalami kekurangan," ungkap dia.


Fenomena baru pun muncul. Saat elpiji di sejumlah agen langka, namun banyak ditemukan pedagang dadakan yang menawarkan melalui akun media sosial seperti facebook. "Kita setengah mati mengantre dari pagi sampai malam tidak dapat. Inikan aneh, kok bisanya diposting melalui media sosial dengan harga yang lebih tinggi," keluhnya.


Masyarakat berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya menambah jumlah agen dan pasokan gas untuk wilayah KSB. "Kita di Batu Putih saja itu tiga dusun, tapi agennya hanya dua. Kalau bisa ini ditambah," harapnya.


Kadis Koperindag KSB Lalu Muhammad Azhar menegaskan, gas elpiji subsidi pemerintah untuk masyarakat miskin ini sebenarnya tidak langka. Sebab, data penerima gas ini sudah sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diserahkan pemerintah kepada pihak Pertamina.


Dia menegaskan, jumlah masyarakat yang layak menerima gas subsidi untuk masyarakat miskin ini di KSB mencapai 21.749 kepala keluarga (KK). Sementara gas elpiji yang beredar setiap hari di tiga agen dan 168 pangkalan sekitar 3.300 tabung. "Kalau kita kalkulasikan dalam satu minggu yang beredar di KSB itu sekitar 19.800 tabung," tegasnya.


Pemerintah tidak menampik di lapangan banyak oknum yang memanfaatkan kesempatan ini. Karenanya, dia meminta kepada masyarakat maupun AGR yang tersebar di seluruh wilayah KSB untuk melaporkan jika menemukan adanya oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan terkait pendistribusian gas ini. "Kami minta data pangkalan atau agen yang bermain. Nanti kita rekomendasikan izinnya dicabut," tegasnya. (far/r8) 

Editor : Galih Mps
#Sumbawa