LombokPost-Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa pada Jumat sore (9/2) bisa berdampak pada proses pencoblosan saat Pemilu yang akan berlangsung 14 Februari mendatang.
Dari rilis resmi BPDB NTB, banjir di Sumbawa Besar menerjang setidaknya enam kelurahan, yaitu Kelurahan Bugis, Samapuin, Pekat, Brang Biji, Brang Bara, dan Kelurahan Lempeh.
Bencana itu menyebabkan empat rumah hanyut, 10 rumah mengalami ambruk, satu unit mobil hanyut dan berdampak pada 1.328 Kepala Keluarga (KK).
Sementara itu, berbagai hal yang berkaitan dengan Pemilu 2024, Komisioner KPU NTB Agus Hilman menyebut, sebanyak 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terdampak banjir di kecamatan Sumbawa.
Rinciannya, tersebar di Kelurahan Brang Bara ada empat TPS, Kelurahan Bugis tiga TPS, serta di Kelurahan Pekat ada dua TPS yang tergenang banjir.
“Berikutnya di Kelurahan Brang Biji ada tiga TPS, dan terakhir di Kelurahan Samapuin juga yang kena banjir itu tiga TPS,” terangnya saat di konfirmasi Lombok Post, Jumat malam (9/2).
Dari pengecekan tersebut, nantinya KPU NTB dan KPU Sumbawa akan mengevaluasi apakah lokasi TPS yang terdampak banjir bandang tersebut, tetap berada di tempat semula atau dipindahkan.
“Ini sangat perlu menjadi pertimbangan, demi kelancaran hari H pencoblosan nanti,” kata dia.
Apabila dari hasil evaluasi bersama tersebut, muncul kekhawatiran terhadap kondisi musim hujan yang melanda wilayah Sumbawa dalam beberapa hari kedepan, sehingga dapat memicu kejadian serupa terulang kembali, maka pemerintah mempertimbangkan mengambil sikap dan kebijakan dengan memindahkan lokasi TPS tersebut.
“Potensi memindahkan lokasi TPS itu tetap ada,” tegas Agus.
Pihak yang memutuskan lokasi pemindahan TPS tersebut, tetap berada di kewenangan KPU Sumbawa.
“Nanti dari hasil evaluasi, dari teman-teman KPU Sumbawa yang memutuskan dimana lokasi pemindahannya, yang pasti lokasi terbaru nanti pada titik yang cukup aman dan jauh dari jangkauan banjir,” terangnya.
Sementara itu, perihal logistik Pemilu 2024, Agus memastikan semuanya dalam kondisi aman. Karena belum di distribusikan oleh KPU Sumbawa ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Semuanya masih aman, tidak terkena banjir, masih tersimpan dan terjaga rapi di gudang KPU,” tandasnya.
Terpisah, Aprilia Mustika Dewi selaku prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) menjelaskan kondisi cuaca pada tanggal 11-14 Februari diprakirakan cerah berawan, hujan lebat, hujan sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang.
“Ini semua berpotensi terjadi di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima,” jelasnya. (yun)
Editor : Kimda Farida