Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dalam Sehari, Banjir Terjang Empat Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa

Yuyun Kutari • Sabtu, 10 Februari 2024 | 09:12 WIB
Seorang rumah warga tergenang banjir, yang diakibatkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, di salah satu desa di Kabupaten Bima, Jumat (9/2).
Seorang rumah warga tergenang banjir, yang diakibatkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, di salah satu desa di Kabupaten Bima, Jumat (9/2).

LombokPost-Bencana banjir secara serentak menerjang empat kabupaten di Pulau Sumbawa, pada Jumat (9/2). Diantaranya Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahmadi menjelaskan untuk banjir Dompu. Bencana alam itu terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di Desa Bara, Kecamatan Woja.

“Dari kondisi ini, mengakibatkan meluapnya air sungai yang berdampak pada terendamnya rumah-rumah warga,” terangnya.

Ketinggian air yang menggenangi pemukiman warga berkisar 50 sentimeter hingga 1 meter.

Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebut, kemudian tiga warga mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke puskesmas terdekat, dua unit rumah warga rusak sedang, pagar lapangan Desa Bara roboh sepanjang lebih dari 30 meter, sebuah masjid terendam lumpur yang cukup tebal dan satu unit  Polindes juga terendam lumpur.

Adapun kondisi saat ini dilokasi telah kondusif, terkendali dan banjir mulai surut.

“Warga mulai membersihkan sisa banjir,” kata Ahmadi.

Bencana banjir di Kota Bima diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi cukup lama. Dengannya, menyebabkan tiga kecamatan di Kota Bima terendam banjir.

Rinciannya, banjir menerjang Kelurahan Dodu, Nungga, dan Oimbo di Kecamatan Rasanae timur. Berikutnya, banjir melanda Kelurahan Ntobo di Kecamatan Raba, dan Kelurahan Mande di Kecamatan Mpunda juga tak luput dari bencana alam tersebut.

“Banjir ini merendam wilayah permukiman warga serta persawahan, dan belum ada laporan terkait kerusakan infrastrukur dan korban jiwa. Kondisi saat ini dilokasi sudah berangsur kondusif,” terangnya.

Masih pada hari yang sama, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang pada Pukul 14:00 Wita, terjadi di wilayah Sape, Lambu, Wawo, Tambora, Sanggar, Bolo, Palibelo, Ambalawi, Soromandi, Lambitu, Belo, dan Monta, di Kabupaten Bima.

“Karena kondisi hujan yang berlangsung hingga pukul 19:30 Wita, sehingga menyebabkan banjir,” kata dia.

Banjir itu melanda Desa Sangia di Kecamatan Sape. Bencana ala mini mengakibatkan air sungai meluap, di salah satu ruas jalan lintas Sape-Wera, menyebabkan terganggunya arus lalu lintas kendaraan.

Banjir juga terjadi di Desa Nunggi dan Tawalai Kecamatan Wera, yang mengakibatkan luapan air di bantaran sungai. Bencana alam ini tidak menyebabkan areal pertanian terendam banjir.

Terakhir, banjir melanda Desa Nggembe Kecamatan Bolo. Mengakibatkan 93 Kepala Keluarga (KK) dan 282 jiwa di Dusun Jala terdampak, kemudian sebanyak 110 KK 371 jiwa juga terdampak banjir di Dusun Wa'i Tawoa  . “Kondisi saat ini dilokasi kejadian sudah kondusif,” terang Ahmadi.

Terakhir, banjir melanda wilayah Sumbawa Besar, Kabupaten Sumawa. Bencana itu datang dimulai dari hujan lebat yang terjadi di wilayah hulu Kabupaten Sumbawa pada pukul 13.30 Wita.

“Dari hujan lebat ini, mengakibatkan bantaran sungai dari Kelurahan Samapuinm ternyata sampai ke mulut kali Desa Labuan Sumbawa sehingga pada pukul 15.30 Wita, terjadi luapan yang mengakibatkan banjir,” jelas Ahmadi.

Akibatnya, ada enam kelurahan di Sumbawa Besar diterjang banjir, yaitu Kelurahan Bugis, Samapuin, Pekat, Brang Biji, Brang Bara, dan Kelurahan Lempeh. Bencana itu menyebabkan empat rumah hanyut, 10 rumah mengalami ambruk, satu unit mobil hanyut dan berdampak pada 1.328 KK.

Selain itu juga terjadi tanah longsor di dua titik, yaitu dekat PDAM Semongkat dan Berang Dara, yang berada di sekitar jembatan area konservasi semongkat.

“Berdasarkan informasi dari BPBD Sumbawa, saat ini kondisi air sudah mulai surut dan beberapa warga sudah membersihkan rumah,” terangnya.

BPDD NTB terus melakukan koordinasi dengan BPBD Sumbawa, Dompu, Bimda dan Kota Bima untuk penanganan lanjutan, mendistribusikan logistik, dan penyebaran informasi. “Teman-teman di BPBD di masing-masing kabupaten dan kota, juga masih melakukan assesment dampak bencana, dan tim mereka sudah banyak yang terjun ke lokasi kejadian bencana,” tegasnya.

Dari kejadian ini, pemerintah terus mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Gora, karena sebagian besar wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan, dan sebagian masih berada pada masa peralihan, sehingga masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang bisa terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor. (yun)

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#kabupaten sumbawa #Bencana alam #Kota Bima #Banjir #Bima #Dompu