Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jokowi Minta Keseimbangan Harga Jagung, Petani dan Peternak Harus Sama-sama Untung

M Islamuddin • Jumat, 3 Mei 2024 | 16:50 WIB
PANEN RAYA JAGUNG: Presiden Joko Widodo memantau panen raya jagung di Samota, Sumbawa, kemarin.
PANEN RAYA JAGUNG: Presiden Joko Widodo memantau panen raya jagung di Samota, Sumbawa, kemarin.

LombokPost-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga jagung, baik di tingkat petani, pedagang, maupun peternak.

Menurutnya, harga jagung di tingkat petani seringkali tidak stabil dan cenderung menurun saat memasuki masa panen raya.

”Ini memang baru panen besar jagung baik di Sumbawa, Dompu, dan Bima. Di Gorontalo juga, semuanya panen. Sehingga yang terjadi adalah harga turun karena over supply,” kata Jokowi usai panen raya jagung di Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/5).

Sebagai salah satu wilayah sentra produksi jagung di NTB, harga jagung di Sumbawa terpantau berada pada kisaran Rp 4.200 per kilogram.

Harga tersebut dikonfirmasi saat Presiden Jokowi berdialog dengan Petani yang hadir di lokasi panen.

”Harga yang sebelumnya Rp 7 ribu, sekarang turun menjadi Rp 4.200. Kondisi ini baik untuk peternak, tapi kurang baik untuk petani. Ini juga menjaga keseimbangan, seperti ini tidak mudah,” ungkap Jokowi. 

Presiden meminta agar semua pihak mengambil langkah kolaboratif yang strategis, agar terbentuk harga yang seimbang, termasuk harga di tingkat petani.

Misalnya, peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul.

Hal ini menjadi salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh petani agar mendapat keuntungan yang lebih layak dan stabil. 

”Yang paling penting menurut saya, produktivitasnya harus naik, misalnya di sini pakai benih Tangguh, hasilnya tadi saya tanya 7 sampai 8 ton. Kalau yang benih BC juga sama bisa 7-9 ton, tapi ada juga yang di bawah 5 ton. Rata - rata 5 ton. Dengan harga Rp 4.200 harganya itu tidak turun,” sebutnya.

Presiden Serahkan BKM dan BLT ke Pedagang Pasar Seketeng

Sebelumnya, Presiden berkunjung ke Pasar Seketeng, Sumbawa.

Dia didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Pj Gubernur Lalu Gita Aryadi, Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, dan pejabat lain.

Selain berdialog, presiden juga menyerahkan Bantuan Modal Kerja (BKM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pedagang pasar Seketeng.

Salah seorang pedagang yang mendapatkan bantuan dari Jokowi, Masirah mengaku senang. Dia tidak menyangka bisa bertemu secara langsung dengan orang nomor satu di Indonesia.

"Alhamdulillah, senang sekali dapat bantuan dari Pak Jokowi. Saya dari dulu pilih beliau, dan sekarang bisa bertemu secara langsung," ujarnya dengan girang.

Ahmad Mihram mengaku sangat beruntung bisa mendapatkan bantuan sembako dari Presiden. "Alhamdulillah dapat sembako dari presiden," katanya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKMINDAG) Sumbawa Tata Kostara berharap kunjungan Presiden ini membawa dampak positif terhadap Pasar Seketeng.

Pihaknya telah menyampaikan kondisi pasar kepada Presiden melalui Tim Protokol Kepresidenan.

"Kita berharap ada perhatian pusat, khususnya Pak Presiden terhadap peningkatan  sarana prasarana Pasar Seketeng," katanya. (bia/r8)

Editor : Kimda Farida
#Jokowi #Kunker #Sumbawa