LombokPost--Pelantikan anggota DPRD Kota Bima diwarnai aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Bima, Selasa (24/9).
Mereka menyoroti krisis air bersih yang terus menghantui warga Kota Bima.
Tidak hanya itu, mereka juga menuntut legislatif dan eksekutif agar meningkatkan kapasitas jaringan seluler yang ada di beberapa wilayah pelosok.
Mengingat kondisi tersebut menyulitkan warga untuk mengakses internet.
"Kami juga minta DPRD Kota Bima, menyediakan dana hibah pendidikan bagi yang tidak mampu," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Bayu Saputra.
Mereka mendesak DPRD Kota Bima agar membuat peraturan daerah (Perda) perlindungan dan pemberdayaan petani. Termasuk, pengadaan alat pengelolaan sampah di beberapa wilayah.
Kemudian, mendesak DPRD Kota Bima mengevaluasi kinerja BKPH Maria Donggo Massa.
Karena belakangan ini, banyak praktek perambahan hutan tutupan negara secara liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, mereka mendesak pula DPRD agar melakukan koordinasi terhadap kejaksaan dan pengadilan dalam kasus pembungkaman kebebasan mahasiswa.
Kemudian, menghadirkan darmaga baru untuk akses nelayan yang ada di lingkungan Bonto, Kecamatan Asakota. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida