Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ada 200 Keluarga Berisiko, Sekda Sumbawa Dorong Percepatan Penanganan Stunting

Alif Andika Putra • Rabu, 2 Oktober 2024 | 14:04 WIB
Budi Prasetiyo (Abet/LombokPost)
Budi Prasetiyo (Abet/LombokPost)

LombokPost-Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Sumbawa menggelar rapat evaluasi, Selasa (1/10).

Sekda Sumbawa Budi Prasetiyo menjelaskan, evaluasi secara berkala ini sangat penting guna melihat angka-angka pengendalian atau penanganan stunting.

"Karena terus terang, stunting bisa dilihat ketika melewati batas usia anak, apakah anak itu stunting atau tidak,” jelas dia kepada wartawan usai rapat.

Dari hasil rapat, ditemukan sekitar 200 keluarga berisiko stunting di Kecamatan Utan.

Jumlah tersebut termasuk calon pengantin, remaja putri, ibu hamil, ibu nifas, dan lainnya.

"Ini bukan persoalan angka, tapi ada anak-anak masa depan Sumbawa yang berisiko terkena stunting. Makanya kami evaluasi di tahapan paling bawah, termasuk data-data yang ada di puskesmas, termasuk potensi risiko stunting, ada berapa yang harus dilacak," ujar mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Sumbawa ini.

Menurutnya, pola penanganan ini harus sama di semua lokus stuting.

Tahun ini, ditetapkan 10 desa di tujuh kecamatan menjadi lokus stunting di Kabupaten Sumbawa.

"Pola intervensi tim konvergensi tidak hanya di satu kecamatan, tapi ada 10 lokus tahun ini. Itu polanya harus sama, SOP-nya harus sama, dan saya minta semua unit penggerak konvergensi betul-betul turun lapangan untuk memastikan itu," tegas dia.

Untuk itu, tambah dia, sejak awal pemda telah melakukan intervensi, mulai dari pemberian tablet penambah darah pada calon ibu dan remaja. Termasuk memastikan ibu hamil secara teratur datang ke posyandu.

"Sehingga ini bisa diantisipasi anak-anak terkena stunting," pungkasnya. (bia/r8)

Editor : Marthadi
#Sekda #Sumbawa #Stunting