Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Brimob Polda NTB Turun Tangan Atasi Kekeringan di Bima

Kimda Farida • Kamis, 17 Oktober 2024 | 15:22 WIB
SALURKAN AIR BERSIH: Anggota Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (16/10).
SALURKAN AIR BERSIH: Anggota Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (16/10).

LombokPost--Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Bima.

Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB turun membantu mengatasi kekeringan dengan mendistribusikan air bersih di tiga lokasi berbeda, Rabu (16/10).

Brimob menyalurkan air bersih di Kelurahan Sambinae dan Penanae, Kota Bima.

Sementara di Kabupaten Bima, air bersih disalurkan di Dusun Guda, Desa Bugis, Kecamatan Sape.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Mohammad Kholid mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polri untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.

”Kami (Polri) menyadari bahwa kemarau panjang ini berdampak besar pada ketersediaan air bersih khususnya di beberapa wilayah termasuk Kabupaten dan Kota Bima,” jelasnya.

Karena itu, pendistribusian air bersih ini sebagai upaya polisi dalam meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Dia menegaskan Polda NTB akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap memberikan bantuan tambahan jika dibutuhkan oleh masyarakat.

”Kita akan terus mengawal dan memastikan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan ini mendapatkan bantuan yang diperlukan,” jelas dia.

Warga sangat terbantu dengan pendistribusian air tersebut. Karena kekeringan menyebabkan sumur-sumur mereka kering.

”Distribusi air bersih ini bagian dari upaya dan wujud komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan akses pasokan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” tegas Kholid.

Baca Juga: Skylancing Lombok Gelar Kejuaraan Paralayang Piala Panglima TNI 2024

Diketahui, kekeringan melanda 25 desa yang tersebar di 15 kecamatan dari total 18 kecamatan di Kabupaten Bima.

Kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Palibelo dengan delapan desa terdampak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda mengatakan, ada sebanyak 11.015 jiwa yang terdampak kekeringan.

Krisis air bersih ini dikhawatirkan akan terus meluas. Apalagi, Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu kini mulai  terdampak.

Padahal wilayah setempat dari tahun ke tahun tak pernah terjadi krisis air bersih.

"Desa Monta Baru pertama kali kekurangan air, karena air tanah  yang selama ini menjadi sumber air warga setempat sudah berkurang," kata dia, Jumat (11/10). (jlo/r8)

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#kekeringan Bima #Brimob Polda NTB