Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terminal Dara Kota Bima Akan Dibenahi 2026, Perbaikan Telah Disetujui Menhub dan Jadi Prioritas

nur cahaya • Minggu, 15 Desember 2024 | 22:10 WIB

 

TINJAU: Anggota Komisi V DPR RI H Mori Hanafi didampingi Kepala Dinas Perkim Kota Bima A Faruk, Kepala Dishub Kota Bima Is Fahmi dan Kabid Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Transportasi.
TINJAU: Anggota Komisi V DPR RI H Mori Hanafi didampingi Kepala Dinas Perkim Kota Bima A Faruk, Kepala Dishub Kota Bima Is Fahmi dan Kabid Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Transportasi.
 

LombokPost-Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi berkunjung ke sejumlah tempat di Kota Bima. Salah satunya berkunjung ke Terminal Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Jumat (13/12).

Pada kunjungan reses tersebut, Mori mengatakan, Terminal Dara akan diperbaiki tahun 2026 nanti. Karena kondisi terminal utama bagi warga Kota Bima dan  Kabupaten Bima sangat tidak layak.

Saat rapat kerja bersama Menteri Perhubungan (Menhub), Mori telah meminta agar Terminal  Tipe A Dara dilakukan perbaikan skala besar. Permintaan tersebut  telah diamini. ”Saat rapat resmi saya minta Terminal Dara  prioritas untuk diperbaiki, itu disetujui,” jelas dia.

Sebagai bukti, kata dia, tahun depan akan disusun Detail Engineering Design (DED) atau dokumen desain teknis. Sehingga, diperkirakan tahun 2026 akan dilanjutkan dengan pembangunan kawasan terminal tersebut. ”Kalau sudah ada DED, pasti tahun berikutnya akan dibangun,” tegas Ketua KONI NTB ini.

Menurut dia, pembenahan terminal ini sangat penting, mengingat kondisinya sangat kumuh dan tidak teratur. Tidak heran banyak bus yang mangkal di luar area terminal.

”Mumpung Kementerian Perhubungan menjadi mitra kami di Komisi V, jadi saya manfaatkan untuk membangun daerah,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB ini.

Kabid Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB  Ari Widi mengatakan,  sejak terbentuknya BPTD di NTB, belum banyak anggaran yang turun. Kalau pun ada hanya sebatas untuk pemeliharaan ringan saja.

”Terbentuk sekitar satu tahun lalu, kami baru mengucurkan anggaran yang tidak besar. Hanya untuk pengecatan, perbaikan tembok, WC dan lain-lain,” akunya.

Dia sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan Mori dengan melobi anggaran pembangunan Terminal Tipe A Dara. Harapannya ke depan, pelayanan yang diberikan pada warga Kota Bima dan sekitarnya bisa lebih baik lagi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima Is Fahmi mengatakan, siap membantu BPTD dalam merekayasa lalulintas ketika perbaikan terminal berlangsung. Sebab Dishub dan BPTD berkaitan erat dalam bidang kerja. ”Bila perlu saat pembangunan berlangsung, kantor Terminal Dara pindah saja di kantor Dishub kota,” akunya.

Is Fahmi juga menawarkan opsi lain terkait terminal. Yakni pemindahan lokasi terminal. Mengingat luas lahan terminal saat ini sangat sempit, hanya sekitar 8.000 meter persegi.

Hal tersebut ditanggapi langsung Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bima A Faruk. Kata dia, usulan tersebut sangat memungkinkan. Sebab, pihaknya tinggal menyiapkan lahan saja untuk pembangunan, seperti area di sekitar Pasar Ama Hami. ”Ini usulan yang bagus juga, tinggal kami siapkan lahan saja,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Faruk, hanya tinggal koordinasi dengan Wali Kota Bima terpilih nanti. Dia meyakini kepala daerah ke depan akan menyiapkan lahan. Sebab kepala daerah yang baru memiliki visi untuk memajukan Kota Bima setara dengan daerah maju lainnya.

”Kita agendakan saja untuk rapat koordinasi terkait penyiapan lahan dengan kepala daerah yang baru,” tuturnya.

Pada kunjungan tersebut, Mori juga menyempatkan diri untuk mengecek kondisi terminal tersebut. Mulai dari pelataran terminal, kesiapan personil, hingga fasilitas penunjang lainnya. (gun/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post
#komisi #koni #kondisi #BPTD #Lahan #perhubungan #dpr #terminal #Bima #NTB