LombokPost-Pemkot Bima memastikan ketersedian pangan selama Ramadan. ”Kami sedang upaya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Plt Asisten II Kota Bima Ahmad Mufrad, Jumat (28/2).
Mufrad menegaskan, dukungan penuh dari seluruh stakeholder sangat diperlukan. Karena memasuki bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan.
”Pemerintah daerah harus memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap terjaga agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga. Koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha, distributor, dan instansi terkait, sangat penting untuk mengendalikan inflasi,” ujar Mufrad.
Pemkot Bima juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. ”Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar serta mengambil kebijakan yang tepat guna menjamin kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.
Salah satu upaya menekan kenaikan harga pangan, Pemkot Bima bersama Perum Bulog Cabang Bima rutin menggelar operasi pasar. Misalkan operasi pasar di Kantor Lurah Monggonao.
Menurut Mufrad, operasi pasar ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Komoditas yang dijual dalam operasi pasar ini, di antaranya beras premium dengan harga Rp 70 ribu, minyak goreng dengan harga Rp 16.500, serta gula pasir dengan harga Rp 17.500.
”Harga-harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga berhasil menarik minat masyarakat setempat untuk berbelanja kebutuhan pokok. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji