Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati dan Wabup Bima Tinjau Jembatan Rusak di Ambalawi

nur cahaya • Rabu, 5 Maret 2025 | 10:43 WIB

 

TINJAU: Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr Irfan Zubaidy meninjau jembatan rusak di Ujung Kalate, Kecamatan Ambalawi, Bima.
TINJAU: Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr Irfan Zubaidy meninjau jembatan rusak di Ujung Kalate, Kecamatan Ambalawi, Bima.

LombokPost-Rekonstruksi pasca bencana banjir di kecamatan Ambalawi dan Wera mendapat perhatian serius Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr Irfan Zubaidy. Keduanya melihat dari dekat kondisi infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan tersebut. Salah satunya jembatan Ujung Kalate, Kecamatan Ambalawi.

Jembatan Ujung Kalate memiliki posisi vital sebagai  penghubung Kecamatan Ambalawi - Kelurahan Kolo Kota Bima, dengan panjang bentangan 40 meter, lebar 6 meter dan tinggi 6 meter. Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Bupati Ady Mahyudi mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menangani kerusakan infrastruktur tersebut melalui pendanaan tanggap darurat dan menginstruksikan agar Dinas PUPR segera menghadirkan alat berat ekskavator. "Perbaikan jembatan tersebut menjadi atensi kami," katanya.

Baca Juga: NCT WISH Dikabarkan Bakal Comeback April dengan Merilis Mini Album

Kadis PUPR Kabupaten Bima Suwandi menjelaskan, upaya penanganan dengan membangun jembatan  darurat, memasang bronjong di sisi kiri dan kanan abutmen (bagian tepi), serta penimbunan kembali area yang runtuh.

Diketahui, banjir bandang yang melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana serta menelan korban jiwa. Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima menyebutkan 471 jiwa atau 249 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Rinciannya, 253 jiwa atau 170 KK di Kecamatan Ambalawi. Sementara, 218 jiwa atau 79 KK terdampak di Kecamatan Wera. Sementara, empat orang meninggal dunia, empat orang masih hilang, 12 jiwa dari tiga KK mengungsi.

Untuk rumah rusak di Kecamatan Ambalawi sebanyak 94 unit. Dengan rincian, 15 rumah rusak berat dan 79 rumah rusak ringan. Sedangkan, rumah rusak di Kecamatan Wera sebanyak 194 unit, terdiri dari 13 rumah rusak berat dan 181 unit rumah rusak ringan.

Baca Juga: Penataan Birokrasi Ditargetkan Rampung Tiga Bulan, Isi 13 Jabatan Lowong, Gubernur NTB Segera Bentuk Pansel

Banjir juga merusak sejumlah infrastruktur, di antaranya sembilan  jembatan rusak berat, dua jembatan rusak ringan, tujuh bendung rusak berat, satu ruas jalan lintas Wera-Bima terkikis, dan 400 meter saluran irigasi jebol.

Fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terdampak, yakni satu unit gedung serbaguna, talud SMP Muhammadiyah, dan talud pemukiman warga. Kerusakan lahan pertanian seluas 65 hektare, terdiri dari 25 hektare di Kecamatan Ambalawi dan 40 hektare di Kecamatan Wera. (gun/jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#kerusakan #Pertanian #posisi #pemerintah #Mengungsi #kecamatan #saluran #Banjir #Bima #Terdampak #Bencana