LombokPost - Direktur RSUD Kota Bima dr. Fathurrahman menanggapi perihal ibu hamil inisial A asal Kelurahan Tanjung keguguran usai tak mendapat penanganan dari dokter kandungan.
Dia mengklaim bahwa pihaknya telah memberikan penanganan medis terhadap pasien ibu hamil tersebut. "Kalau ke rumah sakit, ada dokter jaga dan bidan jaga 24 jam, dan akan dikonsul ke dokter spesialis kandungan untuk penanganan selanjutnya," kata Fathurrahman dihubungi Lombok Post, Jumat (4/4).
Fathurrahman menjelaskan, pasien masuk IGD Ponek RSUD Kota Bima sekitar pukul 02.00 Wita. Selanjutnya, bidan yang bertugas malam itu melakukan pemeriksaan. "Dari hasil pemeriksaan, tampak kantong kehamilan sudah berada di mulut vagina pasien," jelasnya.
Baca Juga: Dokter Kandungan Cuti, Ibu Hamil di Bima Keguguran Setelah Dua Hari Alami Pendarahan
Petugas medis mengambil tindakan lanjutan dengan melakukan pemeriksaan dalam (VT) sekitar pukul 02.05 Wita. Namun tidak ditemukan pembukaan, sehingga pasien langsung diobservasi serta dilakukan tindakan eksplorasi ringan.
"Poli kandungan masih tutup, sehingga pasien disarankan segera melakukan USG di tempat praktik dokter kandungan terdekat," ujarnya.
Kemudian, sekitar pukul 02.30 Wita, pasien pulang dari rumah sakit. Menurut Fathurrahman, kondisi pasien saat itu sudah mengarah pada keguguran dan secara medis kemungkinan menyelamatkan janin sudah sangat kecil.
"Petugas juga mengingatkan kepada pasien, jika terjadi perdarahan aktif agar mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat," klaimnya lagi.
Lebih lanjut, Fathurrahman membantah jika semua dokter kandungan mengambil cuti. "Mereka cuti bergiliran dan hari ini sudah kembali yang cuti," katanya.
Diberitakan sebelumnya, janin pasien ibu hamil inisial A tak tertolong. Sejak pendarahan hingga keguguran, tak ada satu pun dokter kandungan yang memberikan penanganan medis.
Pasien yang usia kehamilannya menginjak dua bulan, akhirnya merelakan janinnya keluar bersama pendarahan yang dialami selama dua hari. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji